Introduce

 

 

 

image

Sebuah Tempat berbagi,

Tempat dimana Aksara kata menjelma menjadi rasa,

Aku, Hanyalah manusia yang mencoba melukis kehidupan dalam kata-kata.

Advertisements

Move On or UP

Pada suatu saat, ntah kapan datangnya, kita akan merasakannya yang namanya Cinta. Ntah itu untuk mencintai, atau untuk dicintai. Yang pasti, ketika Cinta datang kita pasti bahagia. Namun, dalam prosesnya kebahagiaan ini sering berubah menjadi kekecewaan, kesedihan, kebingungan, hingga kekesalan. 

Dalam indahnya masa remaja, banyak yang mencoba saling mencintai. Dan pada akhirnya, ada yang berhasil untuk bersama selamanya, ada yang putus ditengah jalan, ada yang belum jadian sudah gagal bersama, dan banyak lagi kisah-kisah lainnya dalam proses kehidupan bernama Cinta. 

Lantas, bagi orang-orang yang gagal bersama atau tertolak sebelum bersama pasti akan merasakan kekecewaan yang luar biasa. Merasa galau, merasa bimbang, merasa tak ingin hidup didunia jika tak dengan si dia, dan banyak lagi perasaan yang muncul akibat merasa bahwa dia adalah orang terbaik untuk mencintai dan dicintai. 

Lalu, apa yang terjadi? Muncullah kalimat belum bisa “move on” atau masih belum bisa melupakan tentang dia. Masih ada rasa dengannya. Masih ingin bersama dia. 

Dan, pada suatu waktu ketika kita belum bisa move on, pastilah kita mencari solusi yang tepat untuk move on. Kadang kita meminta solusi dari teman dekat, kadang mencari di google tips move on yang baik, hingga cara-cara lainnya agar kita bisa melupakan dia.  Namun, hal-hal ini seringkali membuat kita tambah ingat dengan dia. Semakin keras kita ingin melupakan, semakin kuat juga ingatan tentang dia. Betul kan? 

Maka, dalam tulisan ini saya akan mencoba memberikan cara mudah untuk move on. Kali ini, mungkin akan sedikit berbeda dari cara-cara yang sering dilihat pada blog atau website lainnya. Tidak ada salahnya bukan kalau menjadi berbeda? 

Cara move on terbaik adalah dengan “Memaafkan”. Karena dengan memaafkan kita akan menjadi bahagia. Karena move on bukan tentang melupakan kenangan, bukan tentang tak bisa melupakan dia, tapi tentang menerima bahwa kita tak selalu bisa bersama dengan orang-orang yang kita mau. Karena kita kadangkala harus menyadari, ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan untuk bersama. Karena sekuat apapun kita cinta, namun pada akhirnya kita harus sadar bahwa tuhan adalah penentu kepada siapa kita akan menempatkan rasa. Maka, ketika cinta mu tak sesuai harapan atau dikecewakan. Kau hanya perlu memaafkan dia, dan memetik hikmah kenapa tidak ditakdirkan bersama untuk saat ini. Karena kita tidak tahu, pada akhirnya kita akan bersama siapa. Bisa saja kembali denga dia yang kita mau, atau dengan orang lain yang lebih baik lagi. 

Kita, kadang tak harus move on.  Tapi, cukuplah move up. Meningkatkan kualitas diri. 

Kita, kadang tak harus membenci orang yang pernah menyakiti. Tapi, cukuplah memaafkan. Karena, bisa jadi akan bersama kembali. 

Kita, kadang belum bisa menerima kenyataan bahwa tak bisa bersama untuk saat ini. Tapi, ambillah hikmah. Karena, dari situ tuhan mengajarkan arti kehidupan. 

Kita, kadang belum bisa menempatkan rasa dengan tepat. Maka, tempatkanlah rasa dengan tepat. Karena, tuhan menunggu kau mencintai-Nya. 

Maka, mulai hari ini, jam ini, menit ini, detik ini. Ketika kau disakiti, dikecewakan, mulailah memaafkan dan jalani hari dengan bahagia. Sampai kau menyadari bahwa kadangkala memang benar adanya sekarang bukan saat yang tepat untuk bersama. 

Cinta memang membutakan pikiran, tapi jelas terlihat melalui hati yang diisi cahaya iman. Maka, lihatlah dia dari kacamata iman. Biarkan tuhan menuntun kepada siapa hati akan berlabuh. Maka, kau perlahan akan move on.  Akan tersadar. 

Akhirnya, kenangan itu tidak harus selalu dikubur. Karena kenangan akan selalu ada. Akan terus bisa diingat. Maka, biarkan dia terus ada. Menjadi pembelajaran bagi kita agar lebih baik. 

Dan pada akhirnya, teruslah move up. Bertransformasi menjadi manusia terbaik agar bertemu pasangan terbaik. Selamat menyiapkan diri! Selamat menemukan! 

Kamu

20170414_173001

 

Ntah darimana kata ini harus dimulai, Aku masih kebingungan. Lalu, aku mulai memikirkan perlahan apa yang ingin ku tulis tentang mu. Kamu, yang bahkan belum aku tahu siapa hingga kata ini ku tulis. Aku, yang hingga hari ini masih kau tunggu hadirnya. maka, menunggu adalah penamaan dari proses yang tak tahu kapan pertemuan itu ada.

Bila segala tentangmu adalah proses panjang bernama penantian. maka, aku disini akan dengan sabar menunggu. menunggu dengan sabar, karena kamu adalah hal berharga yang pasti akan datangnya. aku, harus benar-benar percaya bahwa kamu akan menjadi teman dalam menghabiskan waktu hingga akhir dari nafas di dunia.

Jika hal-hal terbaik akan datang saat kita bersama. maka, sampai mana sabar tanpa batas ini menunggu. aku hanya perlu menunggu. karena dalam proses panjang menunggu ini. aku akan belajar arti menahan diri. arti tanpa mu. arti menunggu. arti mengapa pada akhirnya kita harus bersama. percayalah, hari-hari tanpa hadirmu masih menjadi hari indah namun belum benar-benar indah. Karena asyiknya menanti dan menunggu ini hanya perlu dinikmati.

Bilamana suatu hari kita bertemu, apa kata pertama yang pantas kita ucapkan? apakah sebuah sapaan hangat, atau kita akan tersenyum dalam canggung dengan getaran dalam dada? aku masih saja membayangkan dan penasaran apa yang akan terjadi nantinya. apakah kamu juga begitu? hal bodoh namun, menyenangkan. ya, bukan?

Lantas, doa-doa yang menjadi surat cinta agar kita bisa bersama telah sering ku kirimkan kepada sang pemilik Hati. apakah kau mendengarnya? sapaan jauh ku itu? sapaan yang tak bisa tersampaikan melalui jemari tangan, sapaan yang tak bisa didengarkan oleh telinga, sapaan yang tak disapa melalui bicara, sapaan yang hanya bisa hati sampaikan melalui doa kepada sang pemilik hati. apakah kau mendengarnya? sekali lagi aku bertanya. maka, jika kau mendengarnya cepatlah datang. dan jika aku masih harus kau suruh menunggu, aku akan tetap menunggu.

dalam menunggu, ntah pada akhirnya kita akan bertemu seperti apa. semoga saja kita berada dalam ketepatan waktu saat bertemu. hingga akhirnya kita bisa menaklukkan dunia, menuju jannah-Nya. suatu hari nanti, perjalanan panjang sebelum bertemu akan kita ceritakan. kita, akan terus saling mengenal, dan mengenang proses itu. dan proses panjang ini akan menjadi saksi kebersamaan kita. semoga ketika bersama nanti, kamu akan berbahagia dalam indahnya kebersamaan kita.

Terakhir, aku yakin menunggu tak akan menghabiskan umur.

Maka, Tunggulah. Aku pasti datang, Kamu pasti datang, kita pasti bersama.

 

 

 

Ruaya

Hari dimana foto ini diambil, adalah hari dimana kita mulai harus bisa menerima bahwa tak ada yang akan selalu bersama. tidak ada keabadian selama dunia ini masih terus sebagai tempat kehidupan berjalan.

Kita, orang-orang yang dalam perjalanannya ditakdirkan tuhan untuk bertemu. sudah selayaknya mensyukuri pertemuan yang telah ditakdirkan ini. lantas, suatu waktu tuhan ingin kita berpisah, maka sudah sebanyak apa kenangan yang ada selama pertemuan itu dilangsungkan? karena waktu, tak selalu ada untuk menciptakan kenangan itu.

Sebagai pengingat, sebuah kata dari Ndr,

wisuda bukan akhir dari proses belajar, persaudaraan, perjuangan, dan kehidupan. tapi, bisa jadi itu adalah lembar pertama dari cerita kehidupan baru.

Begitu juga perpisahan, ia bukan titik akhir pemberhentian, tapi ia adalah awal untuk berjumpa dalam keadaan lebih baik lagi,

Kita, yang menamakan diri Ar ruhul jadid, tak akan pernah bisa tersekat oleh ruang dan waktu.

Kepada kawan,

yang dalam perjuangannya selalu bersama,

yang dalam prosesnya penuh cerita,

penuh canda, tawa, luka, sedih, hingga bahagia

ingatlah kembali,

ingatlah hari ini . . . .

hari dimana, kita pernah mengukir kisah 

kisah yang semoga abadi dalam hati, dan menjadi sejarah kehidupan ini.

Lalu, setelah ini biarkan tuhan menjalankan tugasnya sebagai sang maha pengatur segala kehidupan. kita, hanya perlu melakukan yang terbaik. sampai akhir sebuah usia, sampai akhir sebuah proses, sampai akhir sebuah perjuangan. tetaplah melakukan dan memberikan versi terbaik dari diri kita.

Kepada Tuhan yang mengirimkan kami masuk BDP dengan segala kelebihan yang ada sudah selayaknya syukur dan terimakasih kami lakukan dan ucapkan,

Kepada BDP yang dalam prosesnya menjadi tempat kami untuk mengenal tuhan melalui Ilmu,

Terimakasih telah menerima kami menjadi mahasiswa,

Akhirnya kawan,

Hari dimana kita berpisah memang kadang menyedihkan, tapi kita hanya perlu memetik hikmah dari pertemuan yang terjadi. selamat melanjutkan ruaya menuju kesuksesan berikutnya. selamat berpetualang dalam indahnya takdir tuhan yang diluar dugaan. semoga kita terus saling mendoakan sampai dipertemukan tuhan  kembali.

Dan,

Ku titip kenangan yang dibersamai rindu ini kepada tuhan melalui doa agar terus dijaga.

 

Ajie Prayoga 🙂

 

 

 

BDP, In Love Part 2

Buat yang belum sempet baca BDP, In Love Part 1. ini linkya ya BDP, In Love Part 1 . Maaf baru sempet Update part 2 karena sibuk ngurus skripsian. doakan part lainnya segera menyusul. baiklah mari kita lanjutkan cerita Part 2nya. hehehe

****

Kehidupan Mahasiswa

Aku selalu merasa bahwa aku mempunyai masa perkuliahan yang membahagiakan. Aku kadang merasa seperti tidak punya masalah apapun dengan proses perkuliahan selama 4 tahun itu, walaupun sebenarnya masalah itu selalu ada. Tetapi, aku selalu menyikapinya dengan santai tanpa merasa terbebani. Ya, aku sangat menikmati masa menjadi mahasiswa ini dan mempercayai semua yang terjadi karena sudah ditakdirkan. Jika ada masalah, aku percaya bahwa seluruh semesta akan membantu.

Waktu pertama kali masuk di dunia perkuliahan kami semua wajib menjalani SPESIVIK (Studi Pengenalan dan Simulasi Aktivitas Kampus). Pada waktu itu kami harus sudah berada di kampus pada pukul 05.30 wib, karena SPESIVIK sudah harus dimulai Pukul 06.00 wib. Dengan jarak rumah yang sekitar 20 menit menuju kampus, sudah dipastikan harus berangkat dari rumah pukul 05.00. bayangkan saja betapa paginya. Sepanjang perjalanan hanya ditemani suara burung-burung dan para pedagang sayur serta ikan yang pergi ke pasar. Sambil kedinginan karena embun yang menyejukkan. Aku melewati semua itu demi menjalani SPESIVIK yang merupakan syarat untuk wisuda ini. sungguh pengalaman pertama menjadi mahasiswa yang terasa menjengkelkan walaupun harus dinikmati.

Hari pertama SPESIVIK di Fakultas aku sudah dihukum. Bukan karena aku nakal, tapi karena telat sampai kampus selama satu menit. Bayangkan aja Cuma satu menit telat dan harus dihukum. Sambil diteriakin kakak-kakak korlap yang wajahnya sudah seperti singa yang ingin menerkam mangsanya, akupun mendorong motor sampai parkiran.

“Cepat Dek! Dorong Motornya,” Teriak mereka kepada kami.

Hukuman yang aku dan teman seperjuangan telat dapatkan adalah jalan jongkok bolak balik. Dan asal tahu aja jalan jongkoknya itu naikin jalan menanjak. Butuh perjuangan ekstra untuk menaikinya, seperti merjuangin Cinta kamu yang udah diambil orang.  

“Pegel-pegel pasti ini kaki,” kataku dengan sedikit kesal.

Setelah selesai dihukum kami pun kembali ke kelompok kami. Setelah itu, dilakukan pengecekan kelengkapan alat. Dan sialnya, aku kembali dihukum karena lupa membawa dasi yang terbuat dari kertas minyak berwarna merah.

“Apes bener hari ini,” ujarku

Hukuman kali ini lebih menjengkelkan karena kami harus melompat ala-ala cheerleaders dengan menepuk tangan diudara searah 7 penjuru mata angin. Dan yang lebih menjengkelkannya adalah jika ada teman yang salah, kami harus mengulangi lompatan itu. Belum lagi mendengar suara teriakan layaknya auman singa dari kakak-kakak korlap yang super duper menakutkan itu. Habislah kami waktu itu. Sungguh hari yang pengen cepat berlalu rasanya. Walaupun hal tersebut menjadi sebuah kenangan yang layak diingat dan jika tidak ada hal tersebut, tulisan ini belum tentu akan ada.

***

Setelah SPESIVIK, akan ada lagi ujian yang harus kami lewati agar menjadi mahasiswa yang sesuai dengan visi kampus, yaitu memiliki mahasiswa yang bermoral, mental, dan intelektual. Kami harus mengikuti pelatihan bela Negara bersama para bapak-bapak TNI di MAKOREM (Markas Komando Resor Militer).

Perjalanan kami diawali dengan menaiki sebuah truk selama hampir satu jam menuju MAKOREM. Baru saja truk berhenti sudah terdengar teriakan para tentara menyuruh kami cepat turun dari truk.

Ohh tuhan, ujian apalagi ini,”gumamku dalam hati”

Habislah kita semua,”kata salah seorang teman disampingku”

Setelah turun, kami langsung berlari menuju lapangan untuk mengikuti upacara dan penyerahan kami oleh bapak rektor kepada komandan TNI untuk melatih selama 2 hari.

Hari-hari selama dimakorem awalnya sedikit menyeramkan dan akhirnya menyenangkan. Walaupun aku sempat ketiduran saat materi bela negara disampaikan. Bukan karena aku tak mau mendengarnya, tapi karena ngantuk dan rasa lelah yang melanda.

Bayangkan saja dari pagi harus latihan pawai baris berbaris, lomba-lomba dan berjemur dibawah terik matahari yang membuat kulit menjadi hitam. Dan waktu itu seminarnya pukul 21.00 wib. Malem banget kan? Wajar kalau godaan indahnya bertemu dia dalam mimpi lebih menggoda daripada materi bela negara

***

Malam itu, selepas materi bela Negara, diadakan apel malam. Setelah apel, kami disuruh kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat. Dan asal tahu saja, banyak dari kami yang tidur dengan pakaian lengkap karena takut jika tiba-tiba dibangunkan untuk segera kumpul. Ada juga teman-teman yang mandi, walaupun banyak yang tidak mandi termasuk aku. Selain itu, ada juga teman-teman satu tenda yang tidak tidur, mereka asik bercerita hingga larut malam.

Duarrrrr!!!,” Bunyi suara layaknya kembang api membangunkan kami malam itu. Banyak dari kami yang terkejut karena bunyi tersebut, dan setelahnya terdengar suara teriakan untuk segera berkumpul sesuai pleton. Banyak teman-teman yang belum memakai sepatu dan kelengkapan lainnya ketika kumpul. Bahkan ada yang salah masuk pleton dan kumpul dalam keadaan mata masih dipejamkan. Waktu itu kami dibangunkan sekitar pukul 02.00.

Setelah berkumpul sesuai dengan pleton, kami pun disuruh berbaring diatas rumput dengan menghadap langit. Para tentara kemudian menyuruh kami menatap bintang dan merenungi. Aku lupa apa yang harus direnungi, karena aku memejamkan mata waktu itu dan seakan tertidur karena memang masih mengantuk.

Aku terbangun ketika mendengar suara yang menyuruh kami kembali ke tenda dan tidur kembali. Lalu, pada pukul 04.00 kami dibangunkan lagi untuk segera bersiap-siap sholat subuh. Setelah sholat, dilakukan olahraga pagi mengelilingi makorem. Dan selanjutnya dilakukan makan pagi.

Siang harinya kami saling berbagi cerita antar anggota peleton. Ada kegiatan saling berbagi yel-yel dan kegiatan seru lainnya yang sangat meriah dan sayang untuk tidak diingat kembali. Tetapi, ada satu hal yang masih akan terus diingat olehku sampai saat ini, yaitu saat makan.

Kenangan saat makan itu akan selalu membekas karena kami disuruh saling tukar makanan antar satu sama lain. Agak menjijikkan memang, tapi cukup berkesan sampai sekarang, bayangkan saja, makanan teman yang belum habis akan ditukar kepada kita untuk memakannya, begitupun sebaliknya. Geli kan?. Ada teman yang hampir muntah, ada teman yang ga nafsu makan, dan ada teman yang tambah lahap makannya. Apesnya ketika ada teman satu pleton yang tidak habis makannya. Sebagai hukuman, kami yang harus menghabiskannya. Jika tidak, maka siap-siap saja akan di push up.

Kalian harus tahu tentang pengalaman kami ini. sebuah pengalaman yang seumur hidup hanya sekali didapatkan. Dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Buktinya, kami adalah mahasiswa tahun terakhir yang dididik dan dilatih makorem. Setelahnya, pada tahun 2014 tidak ada lagi pendidikan bela Negara di MAKOREM. Pendidikan bela Negara dilaksanakan di kampus dengan TNI sebagai pematerinya. Dan pada tahun 2016 pendidikan oleh para  TNI sudah tidak dilaksanakan lagi.

***

Bersambung

Cerita hari ini tentang kehidupan awal menjadi mahasiswa dulu ya. ceritanya tentang awal masuk perkuliahan. gimana kegiatan SPESIVIK dan ngerinya ketika berada di MAKOREM. semangat buat nunggu update selanjutnya. jika ada salah kata atau ada masukan silahkan dikasih tahu. terimakasih buat para pembaca. see u in the next part

Senja, kenapa aku selalu rindu? 

“Aku pecandu senja, semakin sering aku bertemu, semakin aku tak pernah ingin dia berlalu”

Ada apa dengan senja? Kenapa aku selalu rindu kepadanya? Apakah senja itu kamu? Bisakah kamu hentikan semua ini?  Hentikan rindu ini. Bisakah? 

Lalu, biarkan Kali ini aku bercerita. Cerita ini tentang sebuah senja yang dirindukan. Asal tau aja, cerita ini ga bakal kalah saing sama film fenomenal bernama surga yang tak dirindukan. Karena senja ini selalu aku rindukan. 

Ribuan kilo jarak yang ku tempuh mencari senja ini, dia Indah, sangat Indah, walau pertemuannya sesaat tapi akan selalu teringat. Senja ini memberikan kesan yang tak dapat dilupakan. Dia melukiskan senyuman dalam diri ini. Membuat hati, otak, dan pikiran selalu rindu ingin bertemu kembali. Namun, apalah daya. Senja itu hanya berlalu begitu saja, dia tak pernah kembali atau mungkin belum akan kembali. Aku hanya bisa berharap dan menunggu pertemuan kembali itu atau aku hanya perlu menanti senja lain yang akan membuat ku berpaling dari senja lama itu. Karena hingga saat ini aku belum benar-benar temukan senja baru untuk menggantikannya. 

Aku memang menikmati semua senja yang datang, tapi tak ada senja yang merenjana waktu itu. Senja yang membuat hati bahagia ketika menatapnya walau dari kejauhan. Senja yang walau jauh, memiliki daya gravitasi sangat kuat untuk menarik perhatian hati. Dasar senja yang merenjana, kenapa kau buat rindu sesesak ini dengan sapaan sesaatmu. 

Dan pada akhirnya secandu candu aku pada senja, aku tau dia hanya sesaat dan membuat sesak dengan keindahannya.  Karena senja itu, tampak Indah pada luarnya. 

Pada akhirnya aku tau, yang aku butuhkan adalah kamu. Kamu yang tidak hanya sesaat tapi akan bersama.  Kamu yang tidak hanya bersama tapi akan bersatu selamanya.  Siapakah kamu? Bisakah kita berkenalan? Karena kamu akan jadi manusia yang aku rindukan untuk bertemu. Kamu yang aku belum tahu rupamu bahkan namamu. Jadi, mari kita berkenalan di bumi dan lantas akan ku bawa kau kembali ke tempat kita berasal. Tempat itu bernama surga.

Lalu, izinkan aku bertanya. Maukah hidup bersama dan melakukan itu semua? Tentu saja bersama ku.  Seorang penikmat senja merenjana yang selalu rindu akan hadirnya dirimu.  

Lantas, jika kamu bersedia aku bukan lagi penikmat senja yang merenjana. Aku adalah lelaki yang akan membawamu menuju surga ilahi. Karena senja tak kan bisa mengalahkan rasa Cinta padamu karena Allah.  

Aku ajie, menunggu mu menggantikan senja disudut rindu.  Cepatlah datang, cepat! 

Hal-Hal yang membuat kamu menjadi mahasiswa abadi

Mahasiswa. Sebuah status pada jenjang pendidikan yang kadang membuat kita bangga menyandangnya.  Pada fase ini kita akan merasa hidup menjadi lebih berwarna dan dipenuhi suka duka. Mulai dari bertemu dia yang kita suka hingga tugas-tugas yang seperti Kasih ibu. Belum lagi beragam hal menarik lainnya yang semakin membuat hidup menjadi lebih berwarna. Begitulah dunia mahasiswa. 

Pada fase ini, kita merasa lebih bebas dan merdeka melakukan apapun. Kita juga merasa sudah lebih dewasa dibanding pada waktu sekolah dulu. Selain itu, pada fase ini kita tidak perlu lagi memakai seragam dan akan menemukan berbagai macam aktivitas menarik yang belum pernah kita temukan pada masa sekolah dulunya. 

Tapi, kita harus ingat bahwa tak selamanya bisa menjadi mahasiswa. Faktor waktu tentunya akan membatasi kita di dunia perkuliahan. Apalagi pasti kita tidak ingin selamanya menjadi mahasiswa. Selain bisa menghabiskan uang orangtua karena engga lulus-lulus, kita juga akan dihadapkan pada fase dimana melihat teman-teman seangkatan sudah pada lulus.  Belum lagi tuntutan dosen yang mengharuskan kita untuk segera lulus. 

Lalu, tanyakan lagi kepada diri kita. Ingin cepat atau lambat lulus? Kalo kelamaan lulus,  maka kita akan menyandang gelar sesepuh atau yang sering disebut mahasiswa abadi. Itu semua kembali kepada diri kita sendiri. Pilihan kita. Apalagi ketika memilih untuk lambat atau cepat itu kita berada pada kondisi sadar dan pikiran jernih serta mengetahui segala konsekuensi yang akan kita hadapi ketika memilih pilihan tersebut. Hidup adalah tentang memilih dan memutuskan pilihan mana yang akan diambil.  

Nah, pada tulisan ini kita akan membahas penyebab seseorang menjadi mahasiswa abadi. Karena banyak sekali faktor-faktor yang membuat seseorang menjadi mahasiswa abadi.  Apa saja faktor tersebut? 

1. Timbul rasa Cinta pada organisasi

Kita belum dapat dikatakan menjadi mahasiswa seutuhnya jika belum ikut organisasi. Ntah itu menjadi anggota himpunan mahasiswa atau sampai menjadi presiden mahasiswa. Ketika kita sudah merasa nyaman dan asyik, tanpa sadar waktu terus berlalu. Walaupun dengan berorganisasi kita mendapatkan banyak pengalaman serta menambah banyak teman. Saat berogansisasi kita juga akan menemukan beragam hal menarik seperti, pelatihan kepemimpinan, bagaimana mengatur suatu acara, hingga melakukan aksi damai. Walaupun asyik dan membuat kita nyaman, ada hal-hal yang harus kita perhatikan, yaitu waktu. Karena tak selamanya kita bisa menyandang status mahasiswa. Inilah salah satu faktor yang membuat kamu bakal dijulukin mahasiswa abadi. Semua karena keasyikan organisasi. Belum lagi ada doi di organisasi yang sama dan ga bisa ditinggal cepat lulus. Gimana? Bener kan? 

2. Dilanda penyakit malas akut

Malas merupakan salah satu penyakit yang sering melanda mahasiswa apalagi mahasiswa tingkat akhir. Ketika penyakit ini sudah menyerang dapat menyebabkan kamu menjadi mahasiswa abadi. Banyak faktor yang membuat seseorang menjadi malas,  antara lain merasa sering dipersulit ketika ingin bimbingan,  merasa salah jurusan dari awal masuk kuliah, dan segunung tugas serta praktikum yang tiada habisnya. Tekanan yang begitu kuat ini terkadang membuat mahasiswa jenis ini menjadi malas dan lama kelamaan tidak sadar kalau sudah semester tua. Jadilah mahasiswa abadi.  So, tetep mau mahasiswa yang malas? 

3. Merasakan nikmatnya mencari uang

Kebanyakan mahasiswa masih mengandalkan biaya orangtua untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya. Tapi, ada beberapa mahasiswa yang sudah berani mengambil tanggung jawab untuk membiayai sendiri uang kuliah dan kebutuhan hidupnya. Mahasiswa jenis ini akan berkuliah sambil bekerja. 

Nah, karena sudah merasa nyaman bisa mencari uang sendiri, terkadang mereka lupa kalau sedang berkuliah. Semua dikarenakan mereka terus mengejar profit pada bidang pekerjaan mereka. Tak jarang mahasiswa jenis ini menjadi lama lulusnya

4. Tidak punya tujuan hidup

Tak sedikit mahasiswa yang tidak tahu kemana tujuan hidupnya akan dibawa. Mahasiswa jenis ini tidak tahu harus bagaimana dan merasa takut gagal akan masa depannya. Kebanyakan dari mereka akan berpikir setelah lulus nanti kalau tidak kerja bagaimana, kalau ditanya tentangga dan sodara mau jadi apa tidak tahu, dan banyak lagi faktor-faktor yang menyebabkan seseorang takut untuk menentukan kemana arah tujuan hidupnya. Padahal, dunia yang sebenernya adalah setelah lulus nanti. So, jadilah mahasiswa yang berani menentukan tujuan hidup. Bersemangat! 

5. Masih ingin memperdalam pengetahuan

Pengetahuan merupakan hal yang banyak dicari seseorang ketika kuliah. Dengan pengetahuan seorang mahasiswa akan dinilai sejauh mana mereka dapat memecahkan suatu masalah dengan pengetahuan yang dimiliki.  Nah, ada beberapa mahasiswa yang menjadikan ini alasan kuat untuk tetap berada dikampus. Mahasiswa jenis ini merasa pengetahuan yang didapatkan belumlah cukup, sehingga masih harus terus belajar dan belajar. Mahasiswa ini tak jarang menghabiskan waktunya untuk bertemu dosen-dosen, membaca buku,  dan menghadiri seminar. Semuanya dilakukan untuk menambah khazanah pengetahuannya. 

7. Jatuh Cinta pada adik tingkat 

Cinta. Sebuah kata yang sering kita dengar. Sebuah rasa yang menyatukan romeo dan juliet hingga kau dan dia. Yaps, jatuh Cinta dapat menjadi faktor seorang mahasiswa menjadi lama lulus. Apalagi jatuh Cinta kepada adik tingkat yang lulusnya belum tentu berbarengan dengan mereka. Mahasiswa jenis ini biasanya menjadikan alasan ingin lulus bersama orang yang dicintainya agar tetap bertahan dikampus. Bahayanya, ketika hubungan tersebut kandas ditengah jalan. Bisa-bisa ketabrak mobil. Makanya dipinggir jalan aja mengakhirinya. Ehh, malah ngaco. 

Jadi, kalian termasuk mahasiswa abadikah? Mahasiswa abadi yang mana?

(AP) 

Semester Baru? Tidak Takut! 

Memulai semester baru harus memiliki persiapan yang baik dan matang untuk menghadapi. Baik persiapan Mental, Fisik, Maupun Rohani.  Persiapan mental sangat penting dilakukan agar dapat dengan mudah menerima teori dan mengerjakan tugas-tugas yang akan lebih banyak dari semester sebelumnya. Peningkatan kemampuan fisik pun sangat diperlukan, karena kita akan bergadang semalaman untuk mengerjakan tugas-tugas yang lebih banyak daripada jumlah ikan dilaut. Lebay banget ya! Selain itu, kamu juga harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk semester lalu dan menggantinya dengan kebiasaan baik. Trus jangan lupa berdoa dan tetap mengingat siapa tuhan kita.  Berikut tips-tips yang dapat dilakukan untuk menghadapi semester baru:

1. Manajemen Waktu

Waktu merupakan hal wajib yang harus kita atur ketika menghadapi semester baru. Hal ini sangat penting dilakukan agar kamu dapat menghadapi semester baru. Buatlah skala pekerjaan dari yang paling penting hingga yang tidak penting untuk mengatur kesibukanmu. Selain itu, Kamu harus mengatur waktu yang sesuai dengan kebutuhan semester baru dan langsung terapkan dari awal perkuliahan. 

2. Tetapkan Target

Menetapkan target untuk semester baru merupakan hal yang harus kamu lakukan. Buatlah apa saja yang ingin dicapai pada semester baru ini. Bila perlu tempel pada dinding kamar agar menjadi motivasi untuk menghadapi semester baru. 

3. Belajar dan Mengulang Pelajaran

Biasakan belajar dan mengulang pelajaran pada hari itu juga agar tidak lupa. Jangan terlalu sering menggunakan sistem kebut semalam jika kamu bukan pengingat yang baik. Bila perlu belajarlah dengan teman untuk memudahkan memahami materi pelajaran. Semua hal ini dilakukan agar kita tidak stress ketika ujian tiba dan materi yang diujiankan begitu banyak 

4. Buat catatan

Mencatat merupakan langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi semester baru. Asal tau saja,  terkadang dosen sering mengeluarkan soal-soal dari apa yang dikatakan dan ditulis di papan tulis. Selain itu, dengan mencatat kita akan ingat apa yang kita tulis pada catatan tersebut. Jika tulisan mu jelek pinjamlah catatan temanmu dan fotokopi, walaupun lebih baik belajarnya dengan menulis ulang catatan teman tersebut. 

5. Ujiankan dirimu! 

Buatlah ujian untuk dirimu. Ujian ini berfungsi untuk mengukur sejauh mana pemahaman kamu terhadap materi yang diberikan. Buatlah daftar pertanyaan dan ajak teman untuk membuat pertanyaan tersebut. Dengan begini, kamu dapat mengkoreksi diri kamu dan memperbaiki kesalahan serta kekurangan yang ada. 

6. Ingat Tuhan! 

Apapun agamu ingatlah selalu tuhan. Berdoalah kepadanya. Mintalah bantuan dan sertakan tuhan dalam setiap kelancaran serta kesusahan dalam semester baru. Hal ini merupakan hal terpenting yang harus dilakukan karena Tuhan lah yang memberikan kita kemampuan untuk berpikir. 

7. Jalan-jalan

Jalan-jalan harus dilakukan untuk memberi waktu istirahat dan menyegarkan kembali seluruh anggota tubuh yang lelah. Berilah hadiah untuk tubuh dengan mengunjunginya tempat-tempat Indah. Kamu bisa kepantai, gunung, atau ketempat Indah lainnya. Habiskan waktu mu untuk menggagumi keindahan sang pencipta dan lupakan tugas serta permasalahan di perkuliahan. Dengan begini, kamu akan lebih rileks dan siap menghadapi hari esok dengan tekanan yang lebih besar. 

Gimana? Sudah Siap menghadapi semester baru?