Introduce

 

 

 

image

Sebuah Tempat berbagi,

Tempat dimana Aksara kata menjelma menjadi rasa,

Aku, Hanyalah manusia yang mencoba melukis kehidupan dalam kata-kata.

Tentang Renjana

Semua orang punya mimpi, tapi ntah kenapa, pada suatu hari, waktu mempertemukan aku dengan seseorang yang memiliki banyak kesamaan pada mimpi-mimpi yang ingin dicapai. Dan untuk itu, Mulai detik itu, Aku yakin, bahwa bersamamu akan ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama.

Kamu, yang tiba-tiba hadir lalu berhasil membuat aku hanya ingin bersamamu. Lantas, dirimu kini menjadi rotasi dimana pikiran dan hatiku selalu tertuju. Bahwa dulu aku pernah menanti dan menunggu begitu lama, kini terasa indah karena hadirmu

Mungkin begitulah awal pembuka cerita ini.

Kini aku berpikir lebih jauh, entah kapan, mungkin hadirmu adalah hasil doa-doa yang pernah aku panjatkan. sebab, ada begitu banyak hal dalam penantian yang ingin kuceritakan padamu. ada begitu banyak manusia yang aku temui, namun ntah kenapa hadirmu berbeda. Aku ingin ada dirimu menemani perjalanan yang selama ini selalu saja sendiri. Singkatnya, jadilah bagian hidupku.

Tenang saja, kamu tetap boleh melanjutkan apa yang menjadi mimpimu. asal itu baik, dan bertanggung jawab pada keputusan itu. Tugasku, mengenalkan, menemani, memberi pandangan, dan menjadi teman diskusi jika dirimu bingung menentukan pilihan. Dan izinkan aku menjadi motivasi sekaligus orang yang akan selalu ada menemani, baik itu di titik terendah maupun tertinggi dirimu.

Dan tak terasa waktu begitu cepat berlalu, apa-apa yang menjadi tujuan dan harapan serta target bersama semoga segera terwujudkan. Akan ada banyak hal yang harus disiapkan, pun jua diperjuangkan. Kita harus siap untuk itu semua. Karena bersamamu segala hal bisa menjadi mungkin

Lalu, bolehkah aku bercerita tentang dirimu. Seseorang yang membuat bahagia berhari-hari. Seseorang yang senyumnya menerobos masuk hingga alam bawah sadarku. Yang membuat aku terngiang selalu akan senyum indah yang dilukiskan dalam wajah rupawan itu. bahkan senyummu membuat rindu terasa lebih kuat. lalu, kau jua hadir pada mimpi malam dan pagiku. Kamu, sudah benar-benar selalu ada pada setiap waktu ku.

Kali ini, Tulisan pertama Tahun 2019 aku pengen cerita tentang kamu. boleh kan? hahaha sampe bagian ini senyum dulu dong bacanya. ciee senyum, cieee.

Namamu belum untuk aku publikasikan, pun jua segala hal tentang mu belum untuk diketahui semua orang. cukuplah kita dan orang terdekat yang tahu.

lalu, ketika memasuki waktu indonesia bagian manja, kuberi dirimu panggilan Bee. Kenapa bee? karena kamu pernah bilang kalo kamu manja, dan nyatanya memang begitu. Dan aku suka itu.

Tapi, Tulisan ini belum akan menceritakan bagaimana kami bertemu. Singkatnya, kami bertemu dibumi saat dia pengen jodohin aku sama temennya, dan aku pengen nyariin jodoh buat dia. Trus aku mikir, kenapa ga ngejodohin diri sendiri aja sama dia. Dan gatau kenapa, dia mau menjadi seseorang yang menemani perjalanan hidupku. Akhirnya, sejak saat itu, cerita kami bersama dimulai. Masih ada banyak hal yang harus dilakukan tapi belum untuk diceritakan, semoga jalan bersama selalu dimudahkan dan dilancarkan. Tapi, aku pengen teriak satu Hal: Kamu, kenapa lama sekali datang?

Baiklah, Tulisan ini akan lebih menceritakaan bagaimana sosok dia. Secara umum dia orangnya baik, lucu, perhatian. tapi ada hal spesifik yang aku suka dari dia. dia yang dari awal hadirnya selalu rendah diri, tidak sombong walau mungkin lebih baik dari orang lain. dia juga romantis dan manjanya begitu aku sukai. Tapi, ada satu hal yang paling aku suka, yaitu ekpresi saat dia ngedumel. Dan diatas segalanya, aku gatau kenapa bisa suka. karena tiba-tiba rasa hadir begitu saja. Ada hal yang tidak bisa dilogikakan namun hadirnya membuat bahagia, jauhnya membuat rindu nyata. Dan pada rindu aku tidak hanya sekedar ingin bertemu, Namun bersama selamanya. (Tolong Pembaca Aamiin kan yaa). Dan ntah kenapa kini tiap cerita tentang dia jadi pengen nulis terus. Karena nyatanya, dia kini memang sudah menjadi Tuan dari tulisan ku saat ini, pun jua puisi-puisi yang ada. sekarang rasa yang dikarsakan dalam karya adalah tentang dia.

Sosoknya telah menjadi semangat pagi hari. Menjadi inspirasi setiap tulisan ini. Menjadi penyejuk kala panas tiba, Menjadi sosok terbaik yang tuhan kirimkan untuk aku yang penuh akan ketidaksempurnaan ini. Singkatnya, dia penyempurna aku. Dan untungnya dia bisa nerima segala kekonyolan yang ada pada diriku. (Kamu tuh ngegemesin pokoknya, Aku suka)

Dan pada diri dia aku semacam menemukan diri sendiri. Karena dia suka apa yang aku suka, aku suka apa yang dia suka. Contohnya, aku suka dia, dia suka aku. Walau ada beberapa hal yang beda, Contohnya dia wanita, aku pria. Intinya kami punya banyak kesamaan, termasuk impian yang ingin diwujud bersama. Dan yang paling penting segala sesuatu enak buat dikomunikasikan bersama, kali ini aku menemukan sosok ternyaman untuk diajak melangkah bersama.

Akhirnya, semoga dua orang yang ingin bersama mendapat restu semesta. Tulisan ini akan terus berlanjut, sampai masa dimana sosok dia akan kuperkenalkan pada dunia. Dan pada perjalanan ini, setiap langkah kaki kita akan mendekatkan pada yang ingin kita wujudkan bersama. Maka, hingga saat itu tiba semoga apa yang aku dan dia rencanakan dimudahkan dan dilancarkan.

Untukmu, Terimakasih sudah datang. Terimakasih sudah mau. Terimakasih sudah mau menikmati senja dan renjana bersama. Dan membuat semangat pagi lebih dari biasanya. Senyum dulu dong 🙂

Tentang Kamu.

Setidaknya, aku pernah menyukaimu dari milyaran orang yang ada di dunia ini

Tentang mu, pernah menjadi rotasi bahagia ku setiap hari

Hingga hanya namamu yang menjadi rindu dalam doa yang sebut dalam setiap hari ku

Dan jika doa itu berbentuk, mungkin langit dimana doa itu terbang sudah dipenuhi tentang mu

Selepas kepergian, tidak ada lagi kepulangan dan aku kini hanya mendoakan yang terbaik untuk mu

Sebab kini, rinduku tak bisa lagi ada temu tentang mu

Lantas, yang tersisa hanyalah kenangan bersama

Lalu kenangan itu ku simpan sebagai rahasia tentang kita yang pernah bersama

Kamu tidak lagi akan selalu ada untuk ku, dan aku kadang masih suka merindu, tapi itu dulu

Sekarang, biarlah tuhan menjadi pengatur segala doa yang pernah ada

Biarlah melalui waktu akan ada jawaban dari doa, ntah akan kembali bersama atau sekedar berteman biasa

Karena nyatanya kita masih saling berbagi segala hal, namun tidak tentang rasa

Dan segala hal itu kadang mengobati, kadang menghapus bekas tentang mu

Aku hanya perlu bersabar, dan bersabar walau harapan tak selalu sesuai

Memang begitu adanya, bukan?

Kini, siapapun nanti yang aku temui, yang menjadi jawaban segala doa, yang akan menemani hingga ujung usia

Aku hanya perlu menjadi yang terbaik. Karena siapapun nanti yang bersama adalah ketidaksempurnaan yang akan saling menyempurnakan

Karena dari masa lalu aku belajar bahwa melepaskan memang sakit tapi akan lebih sakit lagi jika terus bertahan

Terimakasih masa lalu, segala pelajaran yang ada, sudah memberi banyak hal yang bisa digunakan untuk masa kini

****

Entah kenapa, malam ini lagi pengen nulis lagi. dan entah kenapa harus tulisan galau kaya gini. segala hal yang ada malam ini sedang tidak perlu ada alasan. Ya, karena emang lagi pengen nulis aja. Kamu apa kabar? Aku yakin baik-baik saja. tetap bahagia, ya. Walau ada dan tanpa ada aku 🙂

Batas Waktu

Kelak, kita akan menikmati senja ini berdua. Sembari bercerita dengan bahagia terlukis melalui senyuman diwajah. Bersamamu akan kuabadikan kenangan Indah selama di dunia. Mau, ya?

Asing, begitulah tentang kita untuk saat ini. Suatu waktu, bolehkah kita menyapa kembali? Bercerita tentang apa saja yang menyenangkan? Lalu, belajar melupakan rasa kecewa yang pernah memisahkan, Tanpa pernah lupa untuk saling mengingati perjalanan bersama selanjutnya. Untuk itu, bersama senja dan renjananya, bisakah kita memulai kembali kebersamaan? Karena keterasingan sudah memupuk rindu terlalu dalam.

Sekarang, tentang mu akan selalu dijaga. Bahagiamu, akan selalu menjadi hal yang diusahakan. Namun, kita harus saling mengerti bahwa bersama tak selalu ada bahagia. Kadangkala, ujian kesedihan dan kekecewaan akan selalu hadir. Karena itu, bisakah kita saling menguatkan kembali? Saling menjaga? Tanpa pernah berpikir untuk melepaskan dan pergi, kembali?

Dan, pada batas waktu kebersamaan. Kuharap, Akhir perjalanan kita akan berbahagia. Baik-baiklah sekarang dan nanti. Disini, aku tak ingin mengatakan baik-baik saja. Karena tanpa hadirmu, hati selalu ingin bertemu.

Karena kau harus tahu, jarak dan keterasingan menyadarkan seseorang apa itu artinya kehadiran dan penyesalan. Lalu, jika kau masih terus ingin menjadi asing. Percayalah, aku disini akan menunggu. Mungkin, aku tak sanggup menunggu selamanya, tapi hatiku berkata harus sampai ujung usia. Terimakasih sudah datang. Detik saat kepergian mu adalah batas akhir dari kebersamaan. Dan jika masih ada temu, semoga kita masih bisa bersatu.

*Batas waktu dihasilkan dari kisah beberapa orang yang ingin kembali bersama seseorang yang dicintainya. Yang lantas menjadi aksara. Terimakasih untuk kisah yang selalu teman-teman hadirkan. Yang lantas menjadi inspirasi dalam setiap tulisan. Kalian, adalah inspirasi terbaik

Hujan

Hujan, 

Datang perlahan tanpa jeda

Seperti aku, yang kadang datang tiba-tiba, lalu menghilang. 
Kini, hujan masih membasahi bumi. 

Tapi, suatu hari, hujan akan berhenti jua membasahi bumi
Namun, percayalah
Setelah hujan akan ada keindahan pelangi dan tumbuhan yang hidup kembali
Dan hujan kadang sering datang pada waktu yang tak tepat. Maka, banyak yang membenci
Saat kemarau hujan akan dirindu. Jadi yg paling dirindu
Maka, kemarilah saat kemarau mu sudah terlalu lama.  Carilah hujan.  Rinduilah hujan. 
Dan semoga hujan yang sama akan tetap kembali lagi
Atau dia tak akan kembali. Hujan, menemukan tempat jatuh lainnya. 
Maka, terimakasih telah pernah menjadi bumi. Hujan telah reda
Dan semoga cerahnya hari dibumi karena hujan telah tiada. Dan, aku adalah hujan. Maka, berbahagialah kamu. 

Bumi yang pernah aku singgahi

Dan Bukan Untuk

Kepada sunyi dimana aku berlabuh kehatimu, adalah saat-saat bahagia kala itu. Kepada senja dimana kita bercerita tentang cinta, adalah saat-saat Indah sore itu. Pada cahayamu aku menetap, walau suatu hari bisa saja gelapmu meninggalkan ku. Tetapi, aku hanya ingin bersamamu. Walau ku tahu, jodoh tak ada yang bisa menebak siapa orangnya. Namun, untuk sekarang aku ingin denganmu. Menambatkan jangkar pada lautan cinta mu, dan melihat indahnya dunia mu. 

Dan engkaulah harapan serta impian dimana aku ingin berlayar, berenang, menyelam hingga ujung usia ku. Kamu, adalah sosok orang yang aku ingin bersamai. Walau rindu menyiksa ketika kau tak ada. Walau luka diantara senyum muncul ketika bersama. Tapi, bersamamu aku sanggup melewati dunia. Karena hanya denganmu aku bisa merasa surga. Karena hanya denganmu, aku rela mati. 

Nyanyikan lagi lagu tentang rindu dibawah hujan yang membawaku pada bahagia bersamamu. Senandungkanlah, suara terindah yang membuat aku betah untuk tetap disisimu. Sebab, semua itu mampu membuat bahagia. Dan aku yang telah kau bahagiakan tidak pernah takut akan kehilangan, aku cuma takut tak pernah menjadi terbaik untukmu. Karena aku tau, jodoh pada akhirnya bukan kehendak kita. Tapi, kehendak takdir.  Maka, hari ini jika kata ini tidak berlebihan izinkan aku menjagamu, mengasihimu, mencintaimu, dan menyayangimu. Karena aku hanya ingin denganmu, tanpa batas, hingga akhir nafasku. 

Kamu, tempat ku berpulang adalah teman hidup yang aku cari. Walau kisah kita tak seindah dongeng-dongeng. Walau aku tak sempurna, dan kau hadir untuk sempurnakan. Dan dengan bersama, aku ingin membangun cita-cita, impian, dan masa depan bersamamu. Ada dirimu didalamnya. 

Mungkin, saat itu tiba hanyalah angan ku belaka.  Imajinasi sesaat yang ku buat dalam pikiran ingin bersamamu. Kini, kita tak lagi bersama. Kita telah memutuskan untuk mengikhlaskan kepergian.  Dan aku bahagia akan semua itu. Bahagia karena pernah bersamamu, bahagia pernah ingin bersama hingga putihnya uban menyelimuti hari denganmu, bahagia pernah menjagamu, dan untuk semua yang pernah kita lalui aku sangat berbahagia. 

Dan ketahuilah, aku bersamamu bukan untuk melawan takdir. Kita tak bisa melawannya, yang aku tahu, dulu kamu adalah takdirku. Ntah dimasa depan kita dipertemukan atau tidak. Yang pasti, kini kita sudah tak bersama. 

Maka, terakhir, kamu harus tahu. Hingga nanti ragaku tak sekuat hari ini. Hingga nanti usia ini mencapai akhirnya, perasaan itu tak akan berubah. Kamu, tak perlu tahu berapa lama rasa itu akan habis, karena rasa itu akan selamanya. Dan jika tuhan mau bertanya siapa takdir yang aku inginkan, maka akan kujawab dirimu. 

Aku adalah orang yang suka melihat senyumanmu. Suka denganmu. ingin bersamamu. Dan bukan untuk melawan takdir

Tentangmu

Dulu, sebahagia apapun aku melakukan sesuatu. Senikmat apapun bepergian kesana kemari. Semampu apapun diriku. aku masih merasa kekurangan. Laksana, ada bagian dalam diri ini yang masih butuh dilengkapi. Suatu misteri yang harus dipecahkan. 

Duniaku, setelah kedatanganmu sudah berbeda. Dulu, seindah-indah bunga ditaman, aku masih tak dapat mencium harumnya. Seterang-terang rembulan, aku masih merasa gelap. Seramai-ramainya orang, aku masih merasa kesepian. Dan Aku masih belum tahu makna aksara yang selalu kutuliskan. Semua masih belum berarti. 

Namun, hari-hari sekarang sudah berbeda. Kehadiranmu membuat aku tersadar bahwa senja itu Indah. Langit itu cerah. Laut itu menenangkan. malam itu merindukan. hadirmu membuat aku tau, bahwa aku benar-benar manusia. Dan aku tau, kamu adalah bahan bakar untuk ku menjalani kehidupan ini. 

Kehadiranmu….

Kata yang sangat ku suka dalam perjalanan hidup ini. ketika kau hadir, duniaku serasa kau ombang ambingkan. Jantung yang biasanya berdegup beraturan, kini menjadi berantakan. Kau, yang hadir dengan manisnya senyuman kala itu , telah berhasil membuat otak untuk mengingat tentang mu selalu. Hatiku, kau suruh untuk menikmati indahnya rasa yang kau berikan, dan mungkin ini perasaanku saja.  Sebuah rasa yang mungkin sementara.

Maka, setelah kedatangmu, izinkanlah kutuliskan tentang mu. Ku harap, pesan ini tersampaikan kepadamu melalui perantara angin, udara, tanah, air, orang-orang, dan apapun itu. Kuharap, pesan ini hanya kau yang menerima, tak salah alamat, pun salah orang yang menerima. Karena pesan ini hanyalah untuk mu. 
Sekarang izinkanlah kuabadikan tentang mu. Tentang kita. Dan perjalanan kita. Aksara pesan ini menjadi pengingat, bahwa kau pernah ada. Kau pernah hadir kepadaku. Dan kau harus tau, bahwa alasan senyum malam itu adalah karena mu. Bulan dengan cahaya pernah menjadi saksi kita yang tak tidur kala itu. Senja yang hangat, pernah menjadi puisi. Pun Hujan pernah menjadi perantara syair rindu, dan hati kita yang saling bersatu. 

Dan terakhir, semoga diantara perjumpaan yang selalu ada selamat tinggal. Kita akan selalu bersama seumur hidup saja. Hari ini, aku ingin mengenalkan mu pada dunia. kamu adalah alasan hariku menjadi bahagia. Menjadi lebih berharga. Dan oleh karena itu, aku ingin menjadi orang yang baik untuk mu, seorang pasangan terbaik untuk mu. 

Semoga diantara hadir dan pergi, aku dan kamu akan menjadi kita, selamanya. 

Karena aku, ingin denganmu… 

Setelah Kedatangan Mu

Dulu, kepergian adalah hal yang tidak bisa terelakkan. Seperti sebuah kerelaan, ada rasa yang harus sama-sama diikhlaskan. Lalu, setelah bermacam perjalanan, perenungan, dan proses kehidupan. Saya akan terus belajar menjadi orang yang lebih baik dari masa lalu. Lantas, Sudahkah kita tahu makna dari kepergian? Jika belum segera renungi maknanya. Dan semoga kita terus menjadi orang baik.  

Dan saya baru menyadari satu hal, bahwa cinta sering datang tiba-tiba. Saya pikir, setelah sekian lama hampir tak merasakan Cinta. Saya akan mati rasa, tak mudah percaya, dan tak mudah peka. Ternyata, tidak begitu. Ada rasa berbeda ketika hadirnya dirimu. Dirimu adalah sosok senja hangat yang membangunkan ku dari rasa sendiri yang terlelap dalam penantian. Kamu, adalah penantian panjang yang aku tunggu. Maka, terimakasih telah datang.

Cinta itu tidak bisa tidak ada, dia akan terus hadir tanpa meminta izin. Maka, ketika dia hadir saya harus membuat keputusan. Keputusan menerima cinta atau melepaskan cinta. Dan kali ini saya mencoba menerima cinta. Benak berkata, mungkin ini cinta terbaik. Hati berbisik, mungkin ini cinta terindah. Maka, Siaplah akan konsekuensi cinta yang telah diputuskan untuk diterima. 

Sekarang, saya mengerti bahwa kedatanganmu adalah tanda. Sebuah penanda akan adanya kita. Karena ketika kamu hadir, semua sudah tentang kita berdua.  Pertanyaannya, sudahkah kita bersiap untuk bersama? Saya rasa bagaimanapun alasannya kita haruslah siap. Siap untuk bahagia, pun siap kecewa. Maka, kita hanya perlu sabar dan syukur serta komunikasi untuk membangun cinta dan rasa itu. 

Dan hari-hari setelah kedatanganmu menjadi dimensi berbeda. Ada aku yang selalu menanti balasan darimu. Ada aku yang kau buat tersenyum ketika membaca untaian kata singkat yang kau kirimkan. Ada aku yang telah kau buat bahagia, sebahagia-bahagianya orang lain didunia. 

Kini, semoga kita tumbuh menjadi dua orang yang saling kasih mengasihi. Saling menghargai. Saling memiliki. Saling menjaga. Dan Saling merindu. Walau aku tau rindu itu berat, tapi merindu adalah saat terindah. Indah karena yang dirindu adalah hadirnya kamu. Terimakasih untuk rindu yang kau buat ini. 

Hari ini, setelah kedatanganmu aku berbahagia. Hari ini, syukur adalah doa terindah untuk kita yang diberi rasa. Teruslah begini sepanjang kita diberi hidup, karena kita tak harus selalu selamanya. Cukup seumur hidup saja! 

                                   ***

Kamu, adalah sosok hujan. Aku bahagia ketika hujan datang. Tapi, kadang hujan juga membuat sakit. Tak mengapa, aku tetap bahagia.