Introduce

 

 

 

image

Sebuah Tempat berbagi,

Tempat dimana Aksara kata menjelma menjadi rasa,

Aku, Hanyalah manusia yang mencoba melukis kehidupan dalam kata-kata.

Advertisements

Tentang Kamu.

Setidaknya, aku pernah menyukaimu dari milyaran orang yang ada di dunia ini

Tentang mu, pernah menjadi rotasi bahagia ku setiap hari

Hingga hanya namamu yang menjadi rindu dalam doa yang sebut dalam setiap hari ku

Dan jika doa itu berbentuk, mungkin langit dimana doa itu terbang sudah dipenuhi tentang mu

Selepas kepergian, tidak ada lagi kepulangan dan aku kini hanya mendoakan yang terbaik untuk mu

Sebab kini, rinduku tak bisa lagi ada temu tentang mu

Lantas, yang tersisa hanyalah kenangan bersama

Lalu kenangan itu ku simpan sebagai rahasia tentang kita yang pernah bersama

Kamu tidak lagi akan selalu ada untuk ku, dan aku kadang masih suka merindu, tapi itu dulu

Sekarang, biarlah tuhan menjadi pengatur segala doa yang pernah ada

Biarlah melalui waktu akan ada jawaban dari doa, ntah akan kembali bersama atau sekedar berteman biasa

Karena nyatanya kita masih saling berbagi segala hal, namun tidak tentang rasa

Dan segala hal itu kadang mengobati, kadang menghapus bekas tentang mu

Aku hanya perlu bersabar, dan bersabar walau harapan tak selalu sesuai

Memang begitu adanya, bukan?

Kini, siapapun nanti yang aku temui, yang menjadi jawaban segala doa, yang akan menemani hingga ujung usia

Aku hanya perlu menjadi yang terbaik. Karena siapapun nanti yang bersama adalah ketidaksempurnaan yang akan saling menyempurnakan

Karena dari masa lalu aku belajar bahwa melepaskan memang sakit tapi akan lebih sakit lagi jika terus bertahan

Terimakasih masa lalu, segala pelajaran yang ada, sudah memberi banyak hal yang bisa digunakan untuk masa kini

****

Entah kenapa, malam ini lagi pengen nulis lagi. dan entah kenapa harus tulisan galau kaya gini. segala hal yang ada malam ini sedang tidak perlu ada alasan. Ya, karena emang lagi pengen nulis aja. Kamu apa kabar? Aku yakin baik-baik saja. tetap bahagia, ya. Walau ada dan tanpa ada aku 🙂

Batas Waktu

Kelak, kita akan menikmati senja ini berdua. Sembari bercerita dengan bahagia terlukis melalui senyuman diwajah. Bersamamu akan kuabadikan kenangan Indah selama di dunia. Mau, ya?

Asing, begitulah tentang kita untuk saat ini. Suatu waktu, bolehkah kita menyapa kembali? Bercerita tentang apa saja yang menyenangkan? Lalu, belajar melupakan rasa kecewa yang pernah memisahkan, Tanpa pernah lupa untuk saling mengingati perjalanan bersama selanjutnya. Untuk itu, bersama senja dan renjananya, bisakah kita memulai kembali kebersamaan? Karena keterasingan sudah memupuk rindu terlalu dalam.

Sekarang, tentang mu akan selalu dijaga. Bahagiamu, akan selalu menjadi hal yang diusahakan. Namun, kita harus saling mengerti bahwa bersama tak selalu ada bahagia. Kadangkala, ujian kesedihan dan kekecewaan akan selalu hadir. Karena itu, bisakah kita saling menguatkan kembali? Saling menjaga? Tanpa pernah berpikir untuk melepaskan dan pergi, kembali?

Dan, pada batas waktu kebersamaan. Kuharap, Akhir perjalanan kita akan berbahagia. Baik-baiklah sekarang dan nanti. Disini, aku tak ingin mengatakan baik-baik saja. Karena tanpa hadirmu, hati selalu ingin bertemu.

Karena kau harus tahu, jarak dan keterasingan menyadarkan seseorang apa itu artinya kehadiran dan penyesalan. Lalu, jika kau masih terus ingin menjadi asing. Percayalah, aku disini akan menunggu. Mungkin, aku tak sanggup menunggu selamanya, tapi hatiku berkata harus sampai ujung usia. Terimakasih sudah datang. Detik saat kepergian mu adalah batas akhir dari kebersamaan. Dan jika masih ada temu, semoga kita masih bisa bersatu.

*Batas waktu dihasilkan dari kisah beberapa orang yang ingin kembali bersama seseorang yang dicintainya. Yang lantas menjadi aksara. Terimakasih untuk kisah yang selalu teman-teman hadirkan. Yang lantas menjadi inspirasi dalam setiap tulisan. Kalian, adalah inspirasi terbaik

Hujan

Hujan, 

Datang perlahan tanpa jeda

Seperti aku, yang kadang datang tiba-tiba, lalu menghilang. 
Kini, hujan masih membasahi bumi. 

Tapi, suatu hari, hujan akan berhenti jua membasahi bumi
Namun, percayalah
Setelah hujan akan ada keindahan pelangi dan tumbuhan yang hidup kembali
Dan hujan kadang sering datang pada waktu yang tak tepat. Maka, banyak yang membenci
Saat kemarau hujan akan dirindu. Jadi yg paling dirindu
Maka, kemarilah saat kemarau mu sudah terlalu lama.  Carilah hujan.  Rinduilah hujan. 
Dan semoga hujan yang sama akan tetap kembali lagi
Atau dia tak akan kembali. Hujan, menemukan tempat jatuh lainnya. 
Maka, terimakasih telah pernah menjadi bumi. Hujan telah reda
Dan semoga cerahnya hari dibumi karena hujan telah tiada. Dan, aku adalah hujan. Maka, berbahagialah kamu. 

Bumi yang pernah aku singgahi

Dari Karina untuk ajie

September 2017. Kisah lama yang baru sempet dipost. Terimakasih untuk tulisannya. Terimakasih karena udah berani nulis untuk pertama kalinya. Surat ini dari Karina, sosok yang gatau malu dan heran kenapa bisa kenal. Baik-baik disana kar, ajie disini baik-baik aja sama dia yang baru dan ingin dibahagiakan hahaha. Semoga ketemu lagi yaa. Sengaja ngepost ini wkwk
​Pembuka suatu cerita? Ntah lah aku ga terlalu pandai menulis sebenarnya. Ini tulisan pertama aku, maka dari itu aku pun ga tau harus bagaimana memulai tulisan yang baik dan benar. Sedikit absurd tapi kalau mau mencoba apa salahnya hehe.

Dia yang mau aku ceritakan ditulisan ini adalah dia yang buat aku jadi sedikit gatal untuk membuat tulisan. “pasti bisa lah nulis, apalagi karin suka baca novel kan” gitu katanya. Lagipula aku pengen bilang ke dia betapa bahagia nya aku bisa kenal orang macam dia. Tapi berhubung mau sedikit sok romantis makanya aku buat dalam tulisan, meskipun ga seromantis dia yang udah buat 2 tulisan untuk aku dan berhasil buat aku bahagia berhari-hari. Maafin kalau banyak aneh nya yaa pasti sampai part yang ini bacanya sambil senyum-senyum sendiri kan? Haha

Namanya Ajie. Ahh ini pertama kalinya aku nulis nama dia dengan benar nampaknya. Tapi kalau udah masuk WIBM (waktu indonesia bagian manja) aku manggil dia jicu. Ini juga request dia, karna dia lucu. Katanya sih gitu, tapi memang kenyataannya gitu. Sementara aku? Aku punya request sendiri untuk nama aku, tapi aku suka cara dia menggal nama aku “kar”, aku suka nama aku dipenggal di situ. Sebenernya sih bebas, tapi ntah perasaan aku aja atau gimana, tiap orang yang baru kenal aku dan manggil dengan penggalan itu pasti aku bisa cepet akrab sama dia, meskipun sebenernya aku bisa cepet akrab dengan semua orang dengan sifat aku yang ga tau malu ini hehe.

Tulisan ini bukan untuk menceritakan tentang bagaimana perjumpaan kita ataupun bagaimana kita bisa saling kenal. Tapi kalau mau singkatnya sih kami saling kenal karna sama-sama peserta KKN Kebangsaan 2016, udah gitu aja. Tulisan ini lebih ke-bagaimana sosok Ajie di mata aku. Yahh ini kedua kalinya (lagu favorit kami) aku nulis nama dia dengan benar haha. Secara general Ajie orangnya baik, lucu, perhatian. Tapi aku mau nyeritain Ajie secara specific. Ajie yang memang dari awal memperkenalkan diri dia sebagai orang yang lucu dan sampai detik ini pun dia memang orang yang lucu di mata aku. Ntah kenapa kalau nyeritain Ajie, jari aku seolah-olah terhipnotis sampai ga sadar sudah sebanyak ini yang aku tulis.

Sosok yang bener-bener menginspirasi aku, menginspirasi banyak hal yang awalnya hanya sekedar impian tapi semenjak sering ngobrol sama dia lewat line (terimakasih line) hal-hal yang aku anggap sekedar impian jadi sesuatu yang layak aku perjuangkan. Kalau Ajie bilang dia lucu, dan aku mengakui itu karena memang faktanya sampai detik ini aku sering senyum-senyum sendiri bahkan ketawa ga jelas kalau lagi baca chat dia, bahkan ngetik tulisan ini pun sambil senyum-senyum sendiri karena ngebayangin ucapan-ucapan konyol Ajie. Banyak hal ringan yang sering jadi bahan obrolan kami tapi sebenernya dari hal ringan itu yang buat badan aku jadi besar. Maksudnya yang buat obrolan kami jadi besar. Sampai sekarang obrolan kita ga pernah garing, karna kalau ngobrol sama dia ga pernah kehabisan bahan obrolan. Ajie selalu tau gimana caranya buat aku ga sadar kalau ternyata aku lagi senyum-senyum sendiri tiap kali baca chat dari dia. Ajie juga tau gimana caranya buat aku ngerasa spesial kayak martabak coklat keju. Kami banyak kesamaannya. Apa yang aku suka, Ajie juga suka. Apa yang aku bagi ke dia, biasanya dia juga kayak gitu. Semacam aku menemukan diri aku versi cowo. Kalau aku banyak nemuin cowo yang berbeda, termasuk Ajie. Ajie juga beda, Ajie tipe orang yang apa adanya. Konyol tapi kadang dewasa, aneh tapi sebenernya romantis, dan itu yang buat aku luluh sampe ga sadar kalau ternyata aku nyaman banget tiap kali lagi ngobrol sama dia. Ajie juga ngegemesin, tapi gemesnya aku ke dia gak ngelebihin gemes nya dia ke aku haha.

Aku ga mau kasih pesan apapa untuk Ajie. Karna biasanya di part penutup gini Ajie bingung mau nulis apa dan aku ga mau ikutan bingung kayak dia. Biasanya Ajie kasih wejangan ditulisan dia untuk orang yang ada dalam tulisannya, termasuk tulisan yang Ajie buat untuk aku, semua pesannya sudah mencakup segala hal yang sudah dan akan kita lakuin kedepannya. Jadi penutup tulisan aku cuma kesan aja. Intinya aku bahagia kenal Ajie. Dan makasih untuk semua yang udah Ajie lakuin buat aku. Karin bikin bahagia nya ga banyak tapi kalau lagi kacaan sendiri suka ngerasa cantiknya banyak.

Bertambah dan Berkurang

Untuk karcan, dari Jicu…

Terimakasih telah membuatku lebih banyak tersenyum ketika hadirmu, membuat jantungku berdebar ketika pertemuan itu. Membuat rinduku menjadi lebih banyak lagi kepadamu ketika kota kita tak lagi sama. Karena jauh hanyalah jarak yang dapat dihitung , dan ini tentang rasa dalam hati yang matematika pun tak dapat menghitung banyaknya.

Hari ini, 1 Januari izinkan aku menceritakan tentangmu dihari bahagia mu. Ya, hari ulang tahunmu. Hari dimana kau bercerita tentang betapa bahagianya hari ini, hari yang kau tunggu, yang kau post di snap wa sebagai pengingat bagi siapa saja. Hari ini, ceritakanlah kepadaku tentang langit yang kau lihat, agar aku tahu bahwa langit pun ikut berbahagia dihari ulang tahunmu. Hari ini, ceritakanlah syair-syair alam yang menyanyikan lagu ulang tahun untukmu, suara ombak yang mengucap bahagia untukmu, suara angin yang berdoa untuk bahagiamu, dan suara doa yang aku sampaikan untuk keselamatanmu. Dengarkanlah dan ceritakanlah.

Bumi memiliki milyaran manusia, dan tuhan putuskan aku bertemu denganmu. Tapi, tuhan belum memutuskan membuat kita jatuh cinta, kita hanya baru berjalan didalamnya. Menikmati waktu dalam jarak antar pulau melalui pesan pada malam berbintang. Dan itu sudah cukup aku syukuri. Mensyukuri pertemuan tanpa mengutuk perpisahan.

Kali ini, dihari ulang tahunmu. Semoga ini menjadi pengingat untuk mu dan untuk ku

Umur hanyalah angka dan bukan bagian penting, bagian terpentingnya adalah sudah kita gunakan untuk apa umur kita selama hidup ini? Maka, teruslah menjadi baik, melakukan hal baik, dan memberikan yang terbaik pada sisa umur ini.

Tentang rasa…

Tempatkanlah rasa pada seseorang terbaik. Dan seseorang terbaik pintalah pada tuhanmu. Doakan dia dalam setiap sujudmu dan pintalah tuhan hadirkan dia dalam waktu yang tepat. Dan jika kamu bertemu seseorang lantas dikecewakan dan membuat bersedih. Itu bukan karena dia membuatmu kecewa, tetapi karena tuhan sengaja hancurkan hatimu untuk seseorang yang baik untukmu. Tuhan lah yang menjaga hatimu. Lantas, sadarlah. Karena kau selalu meminta yang terbaik, dan orang itu bukan yang terbaik, maka kau akan dikecewakan. Tuhan hanya ingin mengabulkan doa mu. Berprasangka baiklah pada tuhan

Tentang orang tua…

Hari dimana Karina dilahirkan adalah hari dimana sepasang sayap bidadari bahagia. Karina adalah buah hati yang mereka tunggu hadirnya. Dan mereka akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anak itu. Mereka rela menghabiskan tenaga hingga akhir usia untuk kebahagiaan bayi kecil itu. Karina harus tahu itu. Maka, berterimakasihlah pada mereka, ceritakanlah betapa bahagianya Karina memiliki mereka, dan jangan pernah membuat mereka sedih dan kecewa.

Tentan impian….

Bersabarlah dan tetaplah bersyukur akan apa yang belum terwujud serta sudah diraih. Bersemangatlah melewati hari dan wujudkanlah semua impian mu. Impian adalah apa yang membuat kita menjadi bersemangat. Dengan impian kita mampu melewati keterbatasan, mampu melewati ketidakmampuan, dan mampu membahagiakan. Maka, buatlah impian-impian terbaik. Lalu wujudkanlah.

Tentang tuhan…..

Terakhir, ingatlah tuhan selalu. Hari ini, sudah banyak manusia yang bahkan tak ingat lagi siapa tuhannya. Maka, Karina harus selalu ingat dan kenal tuhan. Jangan menjadi mereka, karena aku ingin bertemu disurga dengan mu walau bisa saja aku tak disurga. Laksanakan segala perintahnya, jauhi larangannya. Amalkan hal baik selalu. Dan berdoalah pada tuhan selalu.

Terakhir…

walau aku jauh dan tak bisa menjagamu. Kau harus tahu bahwa tuhan selalu melindungimu. Teruntuk Karina, seseorang dikejauhan sana, tak usah khawatir. Aku disini baik saja-saja dan akan temukan seseorang untuk dicintai. Kamu, disana selamat ulang tahun ya. Jaga diri baik-baik. Jangan sering ngeluh. Tetap melakukan hal baik. Dan semoga yang Karina semogakan akan selalu tersemogakan. Terimakasih sudah pernah mengisi malam-malam penuh bahagia selama perkenalan ini. Terimakasih untuk semua bahagia yang diberi. Aku, sudah menemukan seseorang yang katamu bahkan tak mungkin bisa menjadi penggantimu. Semoga kita terus berbahagia untuk setiap keputusan yang diambil. Dan diantara pergi dan kembali semoga suatu hari kita bisa bertemu kembali. Bahagia disana. Dibangka ada milea dan dilan berbahagia.

Selamat ulang tahun kar! (Penggalan nama yang selaku kau sukai)

Maka, gunakanlah umur sebaik-baiknya. Dan teruslah melakukan hal baik. Selamat ulang tahun kar!

Dan Bukan Untuk

Kepada sunyi dimana aku berlabuh kehatimu, adalah saat-saat bahagia kala itu. Kepada senja dimana kita bercerita tentang cinta, adalah saat-saat Indah sore itu. Pada cahayamu aku menetap, walau suatu hari bisa saja gelapmu meninggalkan ku. Tetapi, aku hanya ingin bersamamu. Walau ku tahu, jodoh tak ada yang bisa menebak siapa orangnya. Namun, untuk sekarang aku ingin denganmu. Menambatkan jangkar pada lautan cinta mu, dan melihat indahnya dunia mu. 

Dan engkaulah harapan serta impian dimana aku ingin berlayar, berenang, menyelam hingga ujung usia ku. Kamu, adalah sosok orang yang aku ingin bersamai. Walau rindu menyiksa ketika kau tak ada. Walau luka diantara senyum muncul ketika bersama. Tapi, bersamamu aku sanggup melewati dunia. Karena hanya denganmu aku bisa merasa surga. Karena hanya denganmu, aku rela mati. 

Nyanyikan lagi lagu tentang rindu dibawah hujan yang membawaku pada bahagia bersamamu. Senandungkanlah, suara terindah yang membuat aku betah untuk tetap disisimu. Sebab, semua itu mampu membuat bahagia. Dan aku yang telah kau bahagiakan tidak pernah takut akan kehilangan, aku cuma takut tak pernah menjadi terbaik untukmu. Karena aku tau, jodoh pada akhirnya bukan kehendak kita. Tapi, kehendak takdir.  Maka, hari ini jika kata ini tidak berlebihan izinkan aku menjagamu, mengasihimu, mencintaimu, dan menyayangimu. Karena aku hanya ingin denganmu, tanpa batas, hingga akhir nafasku. 

Kamu, tempat ku berpulang adalah teman hidup yang aku cari. Walau kisah kita tak seindah dongeng-dongeng. Walau aku tak sempurna, dan kau hadir untuk sempurnakan. Dan dengan bersama, aku ingin membangun cita-cita, impian, dan masa depan bersamamu. Ada dirimu didalamnya. 

Mungkin, saat itu tiba hanyalah angan ku belaka.  Imajinasi sesaat yang ku buat dalam pikiran ingin bersamamu. Kini, kita tak lagi bersama. Kita telah memutuskan untuk mengikhlaskan kepergian.  Dan aku bahagia akan semua itu. Bahagia karena pernah bersamamu, bahagia pernah ingin bersama hingga putihnya uban menyelimuti hari denganmu, bahagia pernah menjagamu, dan untuk semua yang pernah kita lalui aku sangat berbahagia. 

Dan ketahuilah, aku bersamamu bukan untuk melawan takdir. Kita tak bisa melawannya, yang aku tahu, dulu kamu adalah takdirku. Ntah dimasa depan kita dipertemukan atau tidak. Yang pasti, kini kita sudah tak bersama. 

Maka, terakhir, kamu harus tahu. Hingga nanti ragaku tak sekuat hari ini. Hingga nanti usia ini mencapai akhirnya, perasaan itu tak akan berubah. Kamu, tak perlu tahu berapa lama rasa itu akan habis, karena rasa itu akan selamanya. Dan jika tuhan mau bertanya siapa takdir yang aku inginkan, maka akan kujawab dirimu. 

Aku adalah orang yang suka melihat senyumanmu. Suka denganmu. ingin bersamamu. Dan bukan untuk melawan takdir

Tentangmu

Dulu, sebahagia apapun aku melakukan sesuatu. Senikmat apapun bepergian kesana kemari. Semampu apapun diriku. aku masih merasa kekurangan. Laksana, ada bagian dalam diri ini yang masih butuh dilengkapi. Suatu misteri yang harus dipecahkan. 

Duniaku, setelah kedatanganmu sudah berbeda. Dulu, seindah-indah bunga ditaman, aku masih tak dapat mencium harumnya. Seterang-terang rembulan, aku masih merasa gelap. Seramai-ramainya orang, aku masih merasa kesepian. Dan Aku masih belum tahu makna aksara yang selalu kutuliskan. Semua masih belum berarti. 

Namun, hari-hari sekarang sudah berbeda. Kehadiranmu membuat aku tersadar bahwa senja itu Indah. Langit itu cerah. Laut itu menenangkan. malam itu merindukan. hadirmu membuat aku tau, bahwa aku benar-benar manusia. Dan aku tau, kamu adalah bahan bakar untuk ku menjalani kehidupan ini. 

Kehadiranmu….

Kata yang sangat ku suka dalam perjalanan hidup ini. ketika kau hadir, duniaku serasa kau ombang ambingkan. Jantung yang biasanya berdegup beraturan, kini menjadi berantakan. Kau, yang hadir dengan manisnya senyuman kala itu , telah berhasil membuat otak untuk mengingat tentang mu selalu. Hatiku, kau suruh untuk menikmati indahnya rasa yang kau berikan, dan mungkin ini perasaanku saja.  Sebuah rasa yang mungkin sementara.

Maka, setelah kedatangmu, izinkanlah kutuliskan tentang mu. Ku harap, pesan ini tersampaikan kepadamu melalui perantara angin, udara, tanah, air, orang-orang, dan apapun itu. Kuharap, pesan ini hanya kau yang menerima, tak salah alamat, pun salah orang yang menerima. Karena pesan ini hanyalah untuk mu. 
Sekarang izinkanlah kuabadikan tentang mu. Tentang kita. Dan perjalanan kita. Aksara pesan ini menjadi pengingat, bahwa kau pernah ada. Kau pernah hadir kepadaku. Dan kau harus tau, bahwa alasan senyum malam itu adalah karena mu. Bulan dengan cahaya pernah menjadi saksi kita yang tak tidur kala itu. Senja yang hangat, pernah menjadi puisi. Pun Hujan pernah menjadi perantara syair rindu, dan hati kita yang saling bersatu. 

Dan terakhir, semoga diantara perjumpaan yang selalu ada selamat tinggal. Kita akan selalu bersama seumur hidup saja. Hari ini, aku ingin mengenalkan mu pada dunia. kamu adalah alasan hariku menjadi bahagia. Menjadi lebih berharga. Dan oleh karena itu, aku ingin menjadi orang yang baik untuk mu, seorang pasangan terbaik untuk mu. 

Semoga diantara hadir dan pergi, aku dan kamu akan menjadi kita, selamanya. 

Karena aku, ingin denganmu…