Udang Di Balik Batu

Ini adalah puisi untuk sodara seperjuangan ku yang karyanya tak pernah dihargai dinegeri ini

Udang Di Balik Batu

Aku adalah seorang manusia
aku diberi akal serta ide-ide cemerlang
aku gunakan pemberian itu untuk menghasilkan hal-hal baru
Aku membuat karya, Aku melampaui logika
tapi, aku tak ingin mengabdi pada orang yang ada di negara ini
Nasionalisme ku seakan ingin mati ketika melihat apa yang dilakukan pemerintah negara ini
perlakuan mereka terhadap karya orang-orang cerdas sungguh tak masuk logika rasa ku
mereka tak perduli, mereka membuangnya
sungguh banyak sodara ku dizhalimi
Kalau sudah begitu, pengabdian ku sudah jelas pada tuhan ku
Tuhan yang memberi segalanya atas jerih payah ku
selalu menghargai hasil karya ku
Aku adalah kumpulan orang-orang yang sengaja dibuang untuk udang dibalik batu itu
Dasar Iblis berwajah malaikat
enyalah dalam keegoisan itu
-Ajie Prayoga Sani

BOND7

Dugi

Dugi, Kita bertemu setiap hari. tapi, aku belum merasakan sesuatu rasa padamu. tunggu hingga perpisahan menyapa. aku pasti merindukan dirimu

Dugi, Aku ingin menyapa mu pagi ini. tapi, aku masih malu. tunggu hingga malam tiba. mungkin aku tak malu lagi

Dugi, keindahan mu membuat hatiku berdegup. kau lebih dari sekedar indahnya taman penuh bunga. tapi, aku masih belum mencintai mu.

Dugi, saat kau pergi. aku masih biasa saja. tapi, saat kau pergi bersamanya. aku merasa dunia berubah seketika

Dugi, Terbanglah bersamaku. Teruslah bersamaku. Peluklah diriku. Aku ingin terus bersamamu. walau hanya sebatas rindu dalam imajinasi ku.

Jika

JIKA
Jika es disiang hari ketika panas itu menyegarkan. Kamu lebih dari itu.
Jika martabak isi green tea ditambah nutella itu enak. kamu lebih.
Ataauu roti bandung isi durian+keju+coklat itu begitu menggiurkan. kamu lebih.
Jika udara subuh hari begitu menyehatkan. Kamu lebih.
Ngerti gak??
Kamu lebih dari sekedar indahnya bunga di taman indah.
Lebih dari indahnya cahaya rembulan
Lebih dari menakjubkannya kerlipan bintang
Lebih dari manisnya gula termanis yang ada
Jadi, kamu harus tahu.
Aku menyukaimu lebih daripada jarak bumi ke matahari ditambah jarak antar galaksi 🙂

image

BOND7

Sudut Rindu

Aku adalah butiran pasir di lautan
Lautan adalah getaran jiwa yang membawaku pergi
Pergi menuju indahnya dunia
dunia karya sang maha pencipta
Pencipta Aku, Kamu, Sehingga menjadi Kita
Kita adalah sepasang tangan yang saling menggenggam
Menggenggam dalam suatu kerinduan yang mengangkasa dalam sukma yang merasuk dalam sanubari raga
Raga yang nantinya tak dapat berkata-kata
Kata yang selama ini digunakan tuk sampaikan rasa
Rasa antara bertemu dan menunggu
Menunggu disudut-sudut rindu

BOND7