Memeluk Rindu

Batasan Sebuah Mimpi adalah Pikiran, Dan Batasan Sebuah Pikiran adalah Kematian – ndr

Kutipan kata-kata itu membuat ku terus bermimpi, ibarat bahan bakar yang terus menyalakan mesin agar terus percaya pada keajaiban-keajaiban yang akan terjadi. 

Kisah kali masih tentang aku yang rindu. Rindu kepadamu. Iya kamu,  yang selalu mampir setiap harinya di kepala ku. Yang memberikan senyuman di wajahku padahal aku gatau lucu apa engga. Tapi, tetep buat aku senyum sendiri. Pokoknya kamu nakal,  buat aku suka. Nanti,  aku lapor sama ayah dan ibu biar bisa dilamar. 

Kadang,  aku sering bertanya-tanya. Siapakah sosok kamu ini sebenarnya? Sosok yang dengan teganya membuat aku rindu,  udah tau rindu itu berat. Tapi, aku ingin tetap rindu. Agar aku tetap bisa memikirkan tentang kamu dan tersenyum karena kamu. Intinya,  selalu ada kamu dalam perjalanan rindu ini. 

Aku ingin rindu sampai aku tak tahu kenapa harus rindu. Aku ingin rindu sampai aku tahu bahwa aku tak bisa tanpa mu. Aku ingin rindu karena dengan rindu ada alasan untuk bertemu. Ahh,  sudahlah. Aku cuma ingin memeluk rindu ini. Dengan tetap memelihara keyakinan bahwa suatu saat Tuhan akan mempertemukan aku dan kamu. 

Terimakasih Rindu, Terimakasih Kamu. 

Trus apa hubungan kutipan kata-kata diatas sama rindu?  Ga ada. Tapi,  sama-sama buat aku semangat .