BDP, In Love Part 2

Buat yang belum sempet baca BDP, In Love Part 1. ini linkya ya BDP, In Love Part 1 . Maaf baru sempet Update part 2 karena sibuk ngurus skripsian. doakan part lainnya segera menyusul. baiklah mari kita lanjutkan cerita Part 2nya. hehehe

****

Kehidupan Mahasiswa

Aku selalu merasa bahwa aku mempunyai masa perkuliahan yang membahagiakan. Aku kadang merasa seperti tidak punya masalah apapun dengan proses perkuliahan selama 4 tahun itu, walaupun sebenarnya masalah itu selalu ada. Tetapi, aku selalu menyikapinya dengan santai tanpa merasa terbebani. Ya, aku sangat menikmati masa menjadi mahasiswa ini dan mempercayai semua yang terjadi karena sudah ditakdirkan. Jika ada masalah, aku percaya bahwa seluruh semesta akan membantu.

Waktu pertama kali masuk di dunia perkuliahan kami semua wajib menjalani SPESIVIK (Studi Pengenalan dan Simulasi Aktivitas Kampus). Pada waktu itu kami harus sudah berada di kampus pada pukul 05.30 wib, karena SPESIVIK sudah harus dimulai Pukul 06.00 wib. Dengan jarak rumah yang sekitar 20 menit menuju kampus, sudah dipastikan harus berangkat dari rumah pukul 05.00. bayangkan saja betapa paginya. Sepanjang perjalanan hanya ditemani suara burung-burung dan para pedagang sayur serta ikan yang pergi ke pasar. Sambil kedinginan karena embun yang menyejukkan. Aku melewati semua itu demi menjalani SPESIVIK yang merupakan syarat untuk wisuda ini. sungguh pengalaman pertama menjadi mahasiswa yang terasa menjengkelkan walaupun harus dinikmati.

Hari pertama SPESIVIK di Fakultas aku sudah dihukum. Bukan karena aku nakal, tapi karena telat sampai kampus selama satu menit. Bayangkan aja Cuma satu menit telat dan harus dihukum. Sambil diteriakin kakak-kakak korlap yang wajahnya sudah seperti singa yang ingin menerkam mangsanya, akupun mendorong motor sampai parkiran.

“Cepat Dek! Dorong Motornya,” Teriak mereka kepada kami.

Hukuman yang aku dan teman seperjuangan telat dapatkan adalah jalan jongkok bolak balik. Dan asal tahu aja jalan jongkoknya itu naikin jalan menanjak. Butuh perjuangan ekstra untuk menaikinya, seperti merjuangin Cinta kamu yang udah diambil orang.  

“Pegel-pegel pasti ini kaki,” kataku dengan sedikit kesal.

Setelah selesai dihukum kami pun kembali ke kelompok kami. Setelah itu, dilakukan pengecekan kelengkapan alat. Dan sialnya, aku kembali dihukum karena lupa membawa dasi yang terbuat dari kertas minyak berwarna merah.

“Apes bener hari ini,” ujarku

Hukuman kali ini lebih menjengkelkan karena kami harus melompat ala-ala cheerleaders dengan menepuk tangan diudara searah 7 penjuru mata angin. Dan yang lebih menjengkelkannya adalah jika ada teman yang salah, kami harus mengulangi lompatan itu. Belum lagi mendengar suara teriakan layaknya auman singa dari kakak-kakak korlap yang super duper menakutkan itu. Habislah kami waktu itu. Sungguh hari yang pengen cepat berlalu rasanya. Walaupun hal tersebut menjadi sebuah kenangan yang layak diingat dan jika tidak ada hal tersebut, tulisan ini belum tentu akan ada.

***

Setelah SPESIVIK, akan ada lagi ujian yang harus kami lewati agar menjadi mahasiswa yang sesuai dengan visi kampus, yaitu memiliki mahasiswa yang bermoral, mental, dan intelektual. Kami harus mengikuti pelatihan bela Negara bersama para bapak-bapak TNI di MAKOREM (Markas Komando Resor Militer).

Perjalanan kami diawali dengan menaiki sebuah truk selama hampir satu jam menuju MAKOREM. Baru saja truk berhenti sudah terdengar teriakan para tentara menyuruh kami cepat turun dari truk.

Ohh tuhan, ujian apalagi ini,”gumamku dalam hati”

Habislah kita semua,”kata salah seorang teman disampingku”

Setelah turun, kami langsung berlari menuju lapangan untuk mengikuti upacara dan penyerahan kami oleh bapak rektor kepada komandan TNI untuk melatih selama 2 hari.

Hari-hari selama dimakorem awalnya sedikit menyeramkan dan akhirnya menyenangkan. Walaupun aku sempat ketiduran saat materi bela negara disampaikan. Bukan karena aku tak mau mendengarnya, tapi karena ngantuk dan rasa lelah yang melanda.

Bayangkan saja dari pagi harus latihan pawai baris berbaris, lomba-lomba dan berjemur dibawah terik matahari yang membuat kulit menjadi hitam. Dan waktu itu seminarnya pukul 21.00 wib. Malem banget kan? Wajar kalau godaan indahnya bertemu dia dalam mimpi lebih menggoda daripada materi bela negara

***

Malam itu, selepas materi bela Negara, diadakan apel malam. Setelah apel, kami disuruh kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat. Dan asal tahu saja, banyak dari kami yang tidur dengan pakaian lengkap karena takut jika tiba-tiba dibangunkan untuk segera kumpul. Ada juga teman-teman yang mandi, walaupun banyak yang tidak mandi termasuk aku. Selain itu, ada juga teman-teman satu tenda yang tidak tidur, mereka asik bercerita hingga larut malam.

Duarrrrr!!!,” Bunyi suara layaknya kembang api membangunkan kami malam itu. Banyak dari kami yang terkejut karena bunyi tersebut, dan setelahnya terdengar suara teriakan untuk segera berkumpul sesuai pleton. Banyak teman-teman yang belum memakai sepatu dan kelengkapan lainnya ketika kumpul. Bahkan ada yang salah masuk pleton dan kumpul dalam keadaan mata masih dipejamkan. Waktu itu kami dibangunkan sekitar pukul 02.00.

Setelah berkumpul sesuai dengan pleton, kami pun disuruh berbaring diatas rumput dengan menghadap langit. Para tentara kemudian menyuruh kami menatap bintang dan merenungi. Aku lupa apa yang harus direnungi, karena aku memejamkan mata waktu itu dan seakan tertidur karena memang masih mengantuk.

Aku terbangun ketika mendengar suara yang menyuruh kami kembali ke tenda dan tidur kembali. Lalu, pada pukul 04.00 kami dibangunkan lagi untuk segera bersiap-siap sholat subuh. Setelah sholat, dilakukan olahraga pagi mengelilingi makorem. Dan selanjutnya dilakukan makan pagi.

Siang harinya kami saling berbagi cerita antar anggota peleton. Ada kegiatan saling berbagi yel-yel dan kegiatan seru lainnya yang sangat meriah dan sayang untuk tidak diingat kembali. Tetapi, ada satu hal yang masih akan terus diingat olehku sampai saat ini, yaitu saat makan.

Kenangan saat makan itu akan selalu membekas karena kami disuruh saling tukar makanan antar satu sama lain. Agak menjijikkan memang, tapi cukup berkesan sampai sekarang, bayangkan saja, makanan teman yang belum habis akan ditukar kepada kita untuk memakannya, begitupun sebaliknya. Geli kan?. Ada teman yang hampir muntah, ada teman yang ga nafsu makan, dan ada teman yang tambah lahap makannya. Apesnya ketika ada teman satu pleton yang tidak habis makannya. Sebagai hukuman, kami yang harus menghabiskannya. Jika tidak, maka siap-siap saja akan di push up.

Kalian harus tahu tentang pengalaman kami ini. sebuah pengalaman yang seumur hidup hanya sekali didapatkan. Dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Buktinya, kami adalah mahasiswa tahun terakhir yang dididik dan dilatih makorem. Setelahnya, pada tahun 2014 tidak ada lagi pendidikan bela Negara di MAKOREM. Pendidikan bela Negara dilaksanakan di kampus dengan TNI sebagai pematerinya. Dan pada tahun 2016 pendidikan oleh para  TNI sudah tidak dilaksanakan lagi.

***

Bersambung

Cerita hari ini tentang kehidupan awal menjadi mahasiswa dulu ya. ceritanya tentang awal masuk perkuliahan. gimana kegiatan SPESIVIK dan ngerinya ketika berada di MAKOREM. semangat buat nunggu update selanjutnya. jika ada salah kata atau ada masukan silahkan dikasih tahu. terimakasih buat para pembaca. see u in the next part