Move On or UP

Pada suatu saat, ntah kapan datangnya, kita akan merasakan yang namanya Cinta. Ntah itu untuk mencintai, atau untuk dicintai. Yang pasti, ketika Cinta datang kita pasti bahagia. Namun, dalam prosesnya kebahagiaan ini sering berubah menjadi kekecewaan, kesedihan, kebingungan, hingga kekesalan. 

Dalam indahnya masa remaja, banyak yang mencoba saling mencintai. Dan pada akhirnya, ada yang berhasil untuk bersama selamanya, ada yang putus ditengah jalan, ada yang belum jadian sudah gagal bersama, dan banyak lagi kisah-kisah lainnya dalam proses kehidupan bernama Cinta. 

Lantas, bagi orang-orang yang gagal bersama atau tertolak sebelum bersama pasti akan merasakan kekecewaan yang luar biasa. Merasa galau, merasa bimbang, merasa tak ingin hidup didunia jika tak dengan si dia, dan banyak lagi perasaan yang muncul akibat merasa bahwa dia adalah orang terbaik untuk mencintai dan dicintai. 

Lalu, apa yang terjadi? Muncullah kalimat belum bisa “move on” atau masih belum bisa melupakan tentang dia. Masih ada rasa dengannya. Masih ingin bersama dia. 

Dan, pada suatu waktu ketika kita belum bisa move on, pastilah kita mencari solusi yang tepat untuk move on. Kadang kita meminta solusi dari teman dekat, kadang mencari di google tips move on yang baik, hingga cara-cara lainnya agar kita bisa melupakan dia.  Namun, hal-hal ini seringkali membuat kita tambah ingat dengan dia. Semakin keras kita ingin melupakan, semakin kuat juga ingatan tentang dia. Betul kan? 

Maka, dalam tulisan ini saya akan mencoba memberikan cara mudah untuk move on. Kali ini, mungkin akan sedikit berbeda dari cara-cara yang sering dilihat pada blog atau website lainnya. Tidak ada salahnya bukan kalau menjadi berbeda? 

Cara move on terbaik adalah dengan “Memaafkan”. Karena dengan memaafkan kita akan menjadi bahagia. Karena move on bukan tentang melupakan kenangan, bukan tentang tak bisa melupakan dia, tapi tentang menerima bahwa kita tak selalu bisa bersama dengan orang-orang yang kita mau. Karena kita kadangkala harus menyadari, ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan untuk bersama. Karena sekuat apapun kita cinta, namun pada akhirnya kita harus sadar bahwa tuhan adalah penentu kepada siapa kita akan menempatkan rasa. Maka, ketika cinta mu tak sesuai harapan atau dikecewakan. Kau hanya perlu memaafkan dia, dan memetik hikmah kenapa tidak ditakdirkan bersama untuk saat ini. Karena kita tidak tahu, pada akhirnya kita akan bersama siapa. Bisa saja kembali denga dia yang kita mau, atau dengan orang lain yang lebih baik lagi. 

Kita, kadang tak harus move on.  Tapi, cukuplah move up. Meningkatkan kualitas diri. 

Kita, kadang tak harus membenci orang yang pernah menyakiti. Tapi, cukuplah memaafkan. Karena, bisa jadi akan bersama kembali. 

Kita, kadang belum bisa menerima kenyataan bahwa tak bisa bersama untuk saat ini. Tapi, ambillah hikmah. Karena, dari situ tuhan mengajarkan arti kehidupan. 

Kita, kadang belum bisa menempatkan rasa dengan tepat. Maka, tempatkanlah rasa dengan tepat. Karena, tuhan menunggu kau mencintai-Nya. 

Maka, mulai hari ini, jam ini, menit ini, detik ini. Ketika kau disakiti, dikecewakan, mulailah memaafkan dan jalani hari dengan bahagia. Sampai kau menyadari bahwa kadangkala memang benar adanya sekarang bukan saat yang tepat untuk bersama. 

Cinta memang membutakan pikiran, tapi jelas terlihat melalui hati yang diisi cahaya iman. Maka, lihatlah dia dari kacamata iman. Biarkan tuhan menuntun kepada siapa hati akan berlabuh. Maka, kau perlahan akan move on.  Akan tersadar. 

Akhirnya, kenangan itu tidak harus selalu dikubur. Karena kenangan akan selalu ada. Akan terus bisa diingat. Maka, biarkan dia terus ada. Menjadi pembelajaran bagi kita agar lebih baik. 

Dan pada akhirnya, teruslah move up. Bertransformasi menjadi manusia terbaik agar bertemu pasangan terbaik. Selamat menyiapkan diri! Selamat menemukan! 

Kamu

20170414_173001

 

Ntah darimana kata ini harus dimulai, Aku masih kebingungan. Lalu, aku mulai memikirkan perlahan apa yang ingin ku tulis tentang mu. Kamu, yang bahkan belum aku tahu siapa hingga kata ini ku tulis. Aku, yang hingga hari ini masih kau tunggu hadirnya. maka, menunggu adalah penamaan dari proses yang tak tahu kapan pertemuan itu ada.

Bila segala tentangmu adalah proses panjang bernama penantian. maka, aku disini akan dengan sabar menunggu. menunggu dengan sabar, karena kamu adalah hal berharga yang pasti akan datangnya. aku, harus benar-benar percaya bahwa kamu akan menjadi teman dalam menghabiskan waktu hingga akhir dari nafas di dunia.

Jika hal-hal terbaik akan datang saat kita bersama. maka, sampai mana sabar tanpa batas ini menunggu. aku hanya perlu menunggu. karena dalam proses panjang menunggu ini. aku akan belajar arti menahan diri. arti tanpa mu. arti menunggu. arti mengapa pada akhirnya kita harus bersama. percayalah, hari-hari tanpa hadirmu masih menjadi hari indah namun belum benar-benar indah. Karena asyiknya menanti dan menunggu ini hanya perlu dinikmati.

Bilamana suatu hari kita bertemu, apa kata pertama yang pantas kita ucapkan? apakah sebuah sapaan hangat, atau kita akan tersenyum dalam canggung dengan getaran dalam dada? aku masih saja membayangkan dan penasaran apa yang akan terjadi nantinya. apakah kamu juga begitu? hal bodoh namun, menyenangkan. ya, bukan?

Lantas, doa-doa yang menjadi surat cinta agar kita bisa bersama telah sering ku kirimkan kepada sang pemilik Hati. apakah kau mendengarnya? sapaan jauh ku itu? sapaan yang tak bisa tersampaikan melalui jemari tangan, sapaan yang tak bisa didengarkan oleh telinga, sapaan yang tak disapa melalui bicara, sapaan yang hanya bisa hati sampaikan melalui doa kepada sang pemilik hati. apakah kau mendengarnya? sekali lagi aku bertanya. maka, jika kau mendengarnya cepatlah datang. dan jika aku masih harus kau suruh menunggu, aku akan tetap menunggu.

dalam menunggu, ntah pada akhirnya kita akan bertemu seperti apa. semoga saja kita berada dalam ketepatan waktu saat bertemu. hingga akhirnya kita bisa menaklukkan dunia, menuju jannah-Nya. suatu hari nanti, perjalanan panjang sebelum bertemu akan kita ceritakan. kita, akan terus saling mengenal, dan mengenang proses itu. dan proses panjang ini akan menjadi saksi kebersamaan kita. semoga ketika bersama nanti, kamu akan berbahagia dalam indahnya kebersamaan kita.

Terakhir, aku yakin menunggu tak akan menghabiskan umur.

Maka, Tunggulah. Aku pasti datang, Kamu pasti datang, kita pasti bersama.

 

 

 

Ruaya

Hari dimana foto ini diambil, adalah hari dimana kita mulai harus bisa menerima bahwa tak ada yang akan selalu bersama. tidak ada keabadian selama dunia ini masih terus sebagai tempat kehidupan berjalan.

Kita, orang-orang yang dalam perjalanannya ditakdirkan tuhan untuk bertemu. sudah selayaknya mensyukuri pertemuan yang telah ditakdirkan ini. lantas, suatu waktu tuhan ingin kita berpisah, maka sudah sebanyak apa kenangan yang ada selama pertemuan itu dilangsungkan? karena waktu, tak selalu ada untuk menciptakan kenangan itu.

Sebagai pengingat, sebuah kata dari Ndr,

wisuda bukan akhir dari proses belajar, persaudaraan, perjuangan, dan kehidupan. tapi, bisa jadi itu adalah lembar pertama dari cerita kehidupan baru.

Begitu juga perpisahan, ia bukan titik akhir pemberhentian, tapi ia adalah awal untuk berjumpa dalam keadaan lebih baik lagi,

Kita, yang menamakan diri Ar ruhul jadid, tak akan pernah bisa tersekat oleh ruang dan waktu.

Kepada kawan,

yang dalam perjuangannya selalu bersama,

yang dalam prosesnya penuh cerita,

penuh canda, tawa, luka, sedih, hingga bahagia

ingatlah kembali,

ingatlah hari ini . . . .

hari dimana, kita pernah mengukir kisah 

kisah yang semoga abadi dalam hati, dan menjadi sejarah kehidupan ini.

Lalu, setelah ini biarkan tuhan menjalankan tugasnya sebagai sang maha pengatur segala kehidupan. kita, hanya perlu melakukan yang terbaik. sampai akhir sebuah usia, sampai akhir sebuah proses, sampai akhir sebuah perjuangan. tetaplah melakukan dan memberikan versi terbaik dari diri kita.

Kepada Tuhan yang mengirimkan kami masuk BDP dengan segala kelebihan yang ada sudah selayaknya syukur dan terimakasih kami lakukan dan ucapkan,

Kepada BDP yang dalam prosesnya menjadi tempat kami untuk mengenal tuhan melalui Ilmu,

Terimakasih telah menerima kami menjadi mahasiswa,

Akhirnya kawan,

Hari dimana kita berpisah memang kadang menyedihkan, tapi kita hanya perlu memetik hikmah dari pertemuan yang terjadi. selamat melanjutkan ruaya menuju kesuksesan berikutnya. selamat berpetualang dalam indahnya takdir tuhan yang diluar dugaan. semoga kita terus saling mendoakan sampai dipertemukan tuhan  kembali.

Dan,

Ku titip kenangan yang dibersamai rindu ini kepada tuhan melalui doa agar terus dijaga.

 

Ajie Prayoga 🙂