Hujan

Hujan, 

Datang perlahan tanpa jeda

Seperti aku, yang kadang datang tiba-tiba, lalu menghilang. 
Kini, hujan masih membasahi bumi. 

Tapi, suatu hari, hujan akan berhenti jua membasahi bumi
Namun, percayalah
Setelah hujan akan ada keindahan pelangi dan tumbuhan yang hidup kembali
Dan hujan kadang sering datang pada waktu yang tak tepat. Maka, banyak yang membenci
Saat kemarau hujan akan dirindu. Jadi yg paling dirindu
Maka, kemarilah saat kemarau mu sudah terlalu lama.  Carilah hujan.  Rinduilah hujan. 
Dan semoga hujan yang sama akan tetap kembali lagi
Atau dia tak akan kembali. Hujan, menemukan tempat jatuh lainnya. 
Maka, terimakasih telah pernah menjadi bumi. Hujan telah reda
Dan semoga cerahnya hari dibumi karena hujan telah tiada. Dan, aku adalah hujan. Maka, berbahagialah kamu. 

Bumi yang pernah aku singgahi

Dan Bukan Untuk

Kepada sunyi dimana aku berlabuh kehatimu, adalah saat-saat bahagia kala itu. Kepada senja dimana kita bercerita tentang cinta, adalah saat-saat Indah sore itu. Pada cahayamu aku menetap, walau suatu hari bisa saja gelapmu meninggalkan ku. Tetapi, aku hanya ingin bersamamu. Walau ku tahu, jodoh tak ada yang bisa menebak siapa orangnya. Namun, untuk sekarang aku ingin denganmu. Menambatkan jangkar pada lautan cinta mu, dan melihat indahnya dunia mu. 

Dan engkaulah harapan serta impian dimana aku ingin berlayar, berenang, menyelam hingga ujung usia ku. Kamu, adalah sosok orang yang aku ingin bersamai. Walau rindu menyiksa ketika kau tak ada. Walau luka diantara senyum muncul ketika bersama. Tapi, bersamamu aku sanggup melewati dunia. Karena hanya denganmu aku bisa merasa surga. Karena hanya denganmu, aku rela mati. 

Nyanyikan lagi lagu tentang rindu dibawah hujan yang membawaku pada bahagia bersamamu. Senandungkanlah, suara terindah yang membuat aku betah untuk tetap disisimu. Sebab, semua itu mampu membuat bahagia. Dan aku yang telah kau bahagiakan tidak pernah takut akan kehilangan, aku cuma takut tak pernah menjadi terbaik untukmu. Karena aku tau, jodoh pada akhirnya bukan kehendak kita. Tapi, kehendak takdir.  Maka, hari ini jika kata ini tidak berlebihan izinkan aku menjagamu, mengasihimu, mencintaimu, dan menyayangimu. Karena aku hanya ingin denganmu, tanpa batas, hingga akhir nafasku. 

Kamu, tempat ku berpulang adalah teman hidup yang aku cari. Walau kisah kita tak seindah dongeng-dongeng. Walau aku tak sempurna, dan kau hadir untuk sempurnakan. Dan dengan bersama, aku ingin membangun cita-cita, impian, dan masa depan bersamamu. Ada dirimu didalamnya. 

Mungkin, saat itu tiba hanyalah angan ku belaka.  Imajinasi sesaat yang ku buat dalam pikiran ingin bersamamu. Kini, kita tak lagi bersama. Kita telah memutuskan untuk mengikhlaskan kepergian.  Dan aku bahagia akan semua itu. Bahagia karena pernah bersamamu, bahagia pernah ingin bersama hingga putihnya uban menyelimuti hari denganmu, bahagia pernah menjagamu, dan untuk semua yang pernah kita lalui aku sangat berbahagia. 

Dan ketahuilah, aku bersamamu bukan untuk melawan takdir. Kita tak bisa melawannya, yang aku tahu, dulu kamu adalah takdirku. Ntah dimasa depan kita dipertemukan atau tidak. Yang pasti, kini kita sudah tak bersama. 

Maka, terakhir, kamu harus tahu. Hingga nanti ragaku tak sekuat hari ini. Hingga nanti usia ini mencapai akhirnya, perasaan itu tak akan berubah. Kamu, tak perlu tahu berapa lama rasa itu akan habis, karena rasa itu akan selamanya. Dan jika tuhan mau bertanya siapa takdir yang aku inginkan, maka akan kujawab dirimu. 

Aku adalah orang yang suka melihat senyumanmu. Suka denganmu. ingin bersamamu. Dan bukan untuk melawan takdir