Tentang Kamu.

Setidaknya, aku pernah menyukaimu dari milyaran orang yang ada di dunia ini

Tentang mu, pernah menjadi rotasi bahagia ku setiap hari

Hingga hanya namamu yang menjadi rindu dalam doa yang sebut dalam setiap hari ku

Dan jika doa itu berbentuk, mungkin langit dimana doa itu terbang sudah dipenuhi tentang mu

Selepas kepergian, tidak ada lagi kepulangan dan aku kini hanya mendoakan yang terbaik untuk mu

Sebab kini, rinduku tak bisa lagi ada temu tentang mu

Lantas, yang tersisa hanyalah kenangan bersama

Lalu kenangan itu ku simpan sebagai rahasia tentang kita yang pernah bersama

Kamu tidak lagi akan selalu ada untuk ku, dan aku kadang masih suka merindu, tapi itu dulu

Sekarang, biarlah tuhan menjadi pengatur segala doa yang pernah ada

Biarlah melalui waktu akan ada jawaban dari doa, ntah akan kembali bersama atau sekedar berteman biasa

Karena nyatanya kita masih saling berbagi segala hal, namun tidak tentang rasa

Dan segala hal itu kadang mengobati, kadang menghapus bekas tentang mu

Aku hanya perlu bersabar, dan bersabar walau harapan tak selalu sesuai

Memang begitu adanya, bukan?

Kini, siapapun nanti yang aku temui, yang menjadi jawaban segala doa, yang akan menemani hingga ujung usia

Aku hanya perlu menjadi yang terbaik. Karena siapapun nanti yang bersama adalah ketidaksempurnaan yang akan saling menyempurnakan

Karena dari masa lalu aku belajar bahwa melepaskan memang sakit tapi akan lebih sakit lagi jika terus bertahan

Terimakasih masa lalu, segala pelajaran yang ada, sudah memberi banyak hal yang bisa digunakan untuk masa kini

****

Entah kenapa, malam ini lagi pengen nulis lagi. dan entah kenapa harus tulisan galau kaya gini. segala hal yang ada malam ini sedang tidak perlu ada alasan. Ya, karena emang lagi pengen nulis aja. Kamu apa kabar? Aku yakin baik-baik saja. tetap bahagia, ya. Walau ada dan tanpa ada aku 🙂